Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2026 | 02.51 WIB

Koperasi Didorong Masuk Bisnis CPO, Kemenkop Targetkan 40 Pabrik dalam 2 Tahun

Peresmian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) KUD Sejahtera, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (12/8)/(Istimewa). - Image

Peresmian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) KUD Sejahtera, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (12/8)/(Istimewa).

JawaPos.com – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) mendorong koperasi sawit tak lagi berhenti pada pengelolaan kebun dan penjualan tandan buah segar (TBS).

Koperasi diminta masuk ke bisnis pengolahan hingga produksi crude palm oil (CPO), dengan target sedikitnya 40 pabrik CPO milik koperasi berdiri dalam 1-2 tahun ke depan.

"Kami mendorong pendirian sedikitnya 40 pabrik CPO milik koperasi dalam 1-2 tahun ini," ujar Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Kementerian Koperasi (Kemenkop), Panel Barus dalam sambutannya di acara peresmian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) KUD Sejahtera, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (12/8).

Dalam peresmian pabrik kelapa sawit KUD Sejahtera ini, Pemerintah membawa dua narasi besar, yakni bukti nyata bahwa rakyat melalui koperasi mampu menjadi pelaku utama hilirisasi sawit dan kesiapan koperasi-koperasi sawit diseluruh wilayah untuk mengelola lahan sitaan negara melalui kemitraan strategis bersama PT Agrinas Palma Nusantara.

Panel lantas mengungkapkan bahwa pengembangan bisnis sawit berbasis koperasi memerlukan dukungan multipihak, yakni pemerintah pusat dan daerah, BUMN, lembaga pembiayaan, serta sektor swasta.

Panel Barus juga menyampaikan bahwa Kemenkop terus mendorong agar koperasi-koperasi sawit yang sudah mempunyai pembibitan dan pengelolaan kebun sebaiknya mengembangkan usahanya dengan memiliki pabrik CPO.

Ini akan memberikan nilai tambah bagi anggota, masyarakat sekitar dan kabupaten, sekaligus menjadi pilar utama hilirisasi industri sawit nasional.

”Ini sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 bahwa ekonomi disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan,” tutur Panel Barus.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa PKS KUD Sejahtera merupakan wujud nyata pengelolaan rantai nilai sawit secara terintegrasi dan mandiri. Mulai dari kebun plasma, pengolahan tandan buah segar (TBS), kemudian produksi Crude Palm Oil (CPO) hingga produk turunannya.

"Keberadaan pabrik tersebut juga memperkuat posisi petani sebagai pemilik sekaligus pelaku usaha sehingga keuntungan usaha dapat kembali kepada anggota melalui mekanisme koperasi," ungkapnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore