
Pekerja mengambil telur dari kandang ayam petelur di kawasan Tangerang Selatan, Rabu (8/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga telur ayam ras di tingkat peternak masih belum mampu mencapai Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram. Kondisi tersebut mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan langkah untuk meningkatkan permintaan, salah satunya melalui kewajiban Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap telur sesuai harga acuan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Agung Suganda mengatakan harga telur saat ini masih jauh dari harapan peternak.
"Yang pertama adalah terkait dengan harga telur yang masih belum sesuai dengan harapan kita semua. Tentu di atas harga pokok produksi apalagi sesuai dengan harga acuan pembelian yang telah ditetapkan oleh pemerintah di angka 26.500," ujar Agung kepada wartawan di kantornya, Senin (3/8).
Menurut dia, pemerintah akan menempuh dua strategi, yakni mengendalikan produksi dan meningkatkan permintaan telur di pasar.
"Dan ada dua hal tentu dari sisi produksi tadi beberapa hal sudah disepakati untuk bagaimana kita mengatur agar produksi telur kita juga disesuaikan dan dari sisi demand agar mendorong permintaan terhadap harga telur ini juga semakin meningkat. Termasuk juga program MBG sebagaimana arahan Kepala BGN agar SPPG itu menyerap telur dengan harga acuan pembelian yang ditetapkan pemerintah," katanya.
Kirim Surat ke BGN
Sebagai tindak lanjut, Menteri Pertanian akan mengirim surat kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) agar segera menerbitkan petunjuk teknis yang mewajibkan seluruh SPPG menyerap telur sesuai HAP Rp26.500 per kilogram.
"Yang pertama, Bapak Menteri Pertanian akan bersurat kepada Kepala Badan Gizi Nasional untuk segera menerbitkan Juknis agar seluruh SPPG itu menyerap telur dengan harga acuan pembelian yang ditetapkan pemerintah yaitu di harga 26.500 per kilo," ungkap Agung.
Selain itu, pemerintah juga mengusulkan penyerapan telur melalui Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk program bantuan sosial dan penanganan stunting. Kementan juga meminta Satgas Pangan memperketat pengawasan terhadap broker yang membeli telur di bawah harga pokok produksi.
Agung berharap berbagai langkah tersebut dapat segera mengangkat harga telur di tingkat peternak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022