
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXV HKI yang digelar pada 30–31 Juli 2026 di Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com - Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat realisasi investasi nasional. Rekomendasi tersebut dihasilkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXV HKI yang digelar pada 30–31 Juli 2026 di Jakarta.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana mengatakan, HKI telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memohon kesempatan memaparkan hasil Rakernas.
Ma’ruf berharap Presiden Prabowo Subianto berkenan menerima secara langsung hasil Rakernas XXV beserta berbagai rekomendasi yang telah disusun. Ia menegaskan hasil dari Rakernas XXV harus menjadi kontribusi nyata bagi negara.
“Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan investasi dunia. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian bersama untuk menuntaskan berbagai bottleneck agar peluang tersebut benar-benar terwujud menjadi pabrik yang beroperasi, tenaga kerja yang terserap, ekspor yang meningkat, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ma’ruf dalam keterangan yang diterima, Senin (3/8).
Ma’ruf mengatakan hasil pembahasan Rakernas, sejumlah persoalan yang paling sering dihadapi investor meliputi sinkronisasi tata ruang dan pertanahan, proses perizinan yang masih memerlukan koordinasi lintas instansi.
Rakernas juga menyoroti kepastian penyediaan listrik dan gas industri, proses persetujuan lingkungan hidup, pembangunan konektivitas menuju pelabuhan, jalan tol, dan jaringan kereta api, hingga efektivitas koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Berbagai hambatan tersebut memperpanjang waktu realisasi investasi, meningkatkan biaya usaha, dan mengurangi daya saing Indonesia dibandingkan negara-negara lain yang juga berlomba menarik investasi.
Ia menegaskan, rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada pengembangan kawasan industri, tetapi juga pada peningkatan produktivitas industri manufaktur, efisiensi rantai pasok, daya saing ekspor, dan kemudahan berusaha secara menyeluruh. Solusi yang ditawarkan diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan industri nasional dari hulu hingga hilir.
Menurutnya, setiap investasi yang tertunda bukan hanya berarti tertundanya pembangunan pabrik. Yang ikut tertunda adalah lapangan kerja, ekspor, transfer teknologi, pertumbuhan usaha lokal, serta penerimaan negara.
“Karena itu, persoalan investasi harus dipandang sebagai persoalan strategis nasional yang memerlukan penyelesaian secara terpadu,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022