
Bank Neo Commerce mencatat laba bersih Rp 294,85 miliar pada semester I 2026. Di saat yang sama, kredit UMKM dan konsumer terus tumbuh. (Istimewa)
JawaPos.com - Di tengah dinamika industri perbankan dan tantangan ekonomi yang masih berlangsung, sejumlah bank digital memilih mengarahkan strategi bisnis pada pembiayaan yang lebih selektif, peningkatan efisiensi operasional, serta pengembangan layanan transaksi digital untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
"Fokus kami selalu pada penguatan tata kelola serta memastikan produk dan layanan yang kami hadirkan tetap relevan dengan kebutuhan keuangan masyarakat, terutama untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) Eri Budiono dalam media gathering di Jakarta, Jumat (31/7).
Strategi tersebut turut mendorong kinerja positif perseroan. Sepanjang semester I 2026, Bank Neo Commerce membukukan laba bersih setelah pajak (profit after tax/PAT) sebesar Rp 294,85 miliar atau meningkat 6,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 276,05 miliar.
Di sisi lain, total aset perseroan tercatat Rp 17,45 triliun pada akhir Juni 2026 atau turun 2,83 persen secara tahunan. Penyaluran kredit juga turun 11,79 persen menjadi Rp 7,13 triliun. "Kami memilih fokus pada segmen ritel yang menjadi keunggulan perseroan dalam menganalisis dan menyeleksi nasabah," kata Eri.
Menurut perseroan, penurunan kredit terutama berasal dari segmen komersial dan korporat sebagai bagian dari optimalisasi portofolio guna meningkatkan kualitas aset di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Meski demikian, penyaluran kredit ke segmen konsumer dan UMKM justru menunjukkan tren positif. Nilainya mencapai Rp 5,80 triliun atau tumbuh 6,68 persen dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp 5,44 triliun.
Perbaikan juga terlihat dari sisi kualitas kredit. Rasio non-performing loan (NPL) gross turun menjadi 2,99 persen dari sebelumnya 3,10 persen. Hasil tersebut didukung penguatan tata kelola risiko, penyempurnaan proses underwriting secara digital, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 12,30 triliun atau turun 7,74 persen secara tahunan. Namun, dana tabungan meningkat 2,10 persen menjadi Rp 3,39 triliun sehingga rasio current account saving account (CASA) naik menjadi 32,21 persen dari sebelumnya 30,09 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022