Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Juli 2026 | 23.24 WIB

Indef Peringatkan Kenaikan Utang Luar Negeri RI Bisa Persempit Ruang Fiskal APBN

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti. (ANTARA) - Image

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti. (ANTARA)

JawaPos.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan meningkatnya utang luar negeri (ULN) akan mempersempit ruang fiskal.

Ia mengatakan, meski rasio utang pemerintah masih berada di bawah batas yang ditetapkan undang-undang, kewajiban tersebut tetap menjadi beban fiskal yang harus dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Meningkatnya ULN Pemerintah naik pada mei 2026 akan memperkecil ruang fiskal pemerintah,” ujar Esther kepada JawaPos.com, Sabtu (18/7).

Esther menjelaskan, bahwa utang luar negeri tetap membawa konsekuensi fiskal. Dimana, pembayaran pokok dan bunga utang menjadi kewajiban yang harus dipenuhi melalui APBN, sehingga dapat mengurangi ruang fiskal pemerintah untuk membiayai sektor-sektor prioritas lainnya.

Selain itu, utang dalam mata uang asing juga membuat pemerintah rentan terhadap gejolak nilai tukar. Ketika rupiah mengalami depresiasi terhadap mata uang asing, beban pembayaran utang akan meningkat sehingga berpotensi menambah tekanan terhadap kondisi fiskal pemerintah.

“Pembayaran cicilan dan bunga utang dalam mata uang asing dapat mempersempit ruang fiskal untuk sektor publik lainnya dan rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (depresiasi rupiah),” ucapnya.

Dia menjelaskan, pada dasarnya merupakan instrumen pembiayaan yang wajar digunakan pemerintah. Namun, pemanfaatannya harus diarahkan untuk kegiatan yang bersifat produktif agar memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian.

"Tentu saja utang sangat diperbolehkan, tetapi sebaiknya alokasi anggarannya digunakan untuk kegiatan yang produktif," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI), menctat utang luar negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar USD 444,4 miliar pada Mei 2026 atau tumbuh sebesar 2,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore