
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai mengimplementasikan Program Ekosistem Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai upaya mendorong modernisasi transportasi ramah lingkungan tanpa menghilangkan nilai budaya lokal.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjaga kelestarian budaya, serta mempercepat implementasi kawasan rendah emisi (low emission zone) di kawasan Malioboro, Yogyakarta.
"Hari ini kita lihat salah satu pemberdayaan berbasis komunitas, Bekalista, di mana tradisi bukan penghalang kemajuan, tetapi memberi arah agar kemajuan tidak kehilangan jati diri. Ini bukan cerita tentang mengganti becak lama dengan yang baru, tetapi menjaga ikon lama dengan memberi energi baru," ujar Purbaya dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (17/7).
Program Bekalista menyasar 80 pengemudi becak kayuh di Kota Yogyakarta dan sekitarnya yang telah melalui proses kurasi serta verifikasi. Selain menyediakan becak listrik, pemerintah juga membangun ekosistem pendukung agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Purbaya mengatakan, seluruh proses pembangunan ekosistem Bekalista melibatkan tenaga kerja lokal Yogyakarta, mulai dari tenaga teknik pabrikasi, perakitan, kelistrikan kendaraan listrik, hingga sekolah menengah kejuruan (SMK) melalui penguatan konsep teaching factory.
Untuk menunjang operasional, pemerintah menyiapkan satu unit bengkel bergerak (mobile workshop), 12 stasiun pengisian daya (charging station) yang ditempatkan di sejumlah titik strategis, serta delapan baterai cadangan bagi pengemudi yang mengalami kendala teknis saat beroperasi.
Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti menambahkan, implementasi Bekalista diproyeksikan memberikan manfaat pada tiga aspek utama, yakni meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas pengemudi becak, memperbaiki aspek kesehatan dan keselamatan kerja, serta mendukung pengembangan pariwisata hijau (eco-tourism).
"Bagi Yogyakarta, Bekalista dapat memperkaya pengalaman wisata sekaligus mendorong belanja wisatawan terhadap produk dan jasa lokal," ujarnya.
Untuk menjaga keberlanjutan program, Bekalista akan didukung melalui penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kapasitas mekanik lokal, layanan bengkel bergerak, hingga pemanfaatan transaksi digital dan platform JogjaKita guna memperluas pemasaran serta akses layanan bagi para pengemudi becak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
