
Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,19% ke posisi 5.986,50. Sepanjang hari, indeks diperdagangkan pada level 5.987,01—5.890,44. Sebanyak 450 saham menguat, 222 melemah, dan 289 saham stagnan. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatannya pada perdagangan Kamis (16/7), setelah ditutup menguat tipis sebesar 0,04 persen ke level 6,041 pada perdagangan Rabu (15/7).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv] pada pola triangle, sehingga IHSG berpeluang menguat menguji 6,137-6,254. Cermati area koreksi terdekat yang diperkirakan berada di 5,974-6,020.
Adapun level support IHSG berada di 5,839 dan 5,607. Sementara itu, level resistance berada di 6,286 dan 6,599.
MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Bumi Resouces Tbk (BUMI), dan PT Timah Tbk (TINS).
Saham BBRI diperkirakan masih berada dalam tekanan jual meski mampu bertahan di atas level MA20. Posisinya saat ini diperkirakan sedang berada pada awal wave [c] dari wave 4.
Investor disarankan melakukan Buy if Break di level 2.890 dengan target harga 2.990 hingga 3.120. Adapun batas stop loss berada di bawah level 2.730.
Sementara itu, untuk saham BULL, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Trading Buy. Saham BULL diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [C] dari wave {B} setelah terkoreksi disertai tekanan jual. Namun, pergerakannya masih belum mampu menembus level MA200.
Investor dapat melakukan Trading Buy pada kisaran 334–352 dengan target harga 404 hingga 472 dan stop loss di bawah level 326.
Untuk saham BUMI, MNC Sekuritas menyarankan strategi Buy on Weakness. Meski mengalami koreksi dan diwarnai tekanan jual, pergerakan BUMI masih mampu bertahan di atas MA20. Posisinya saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave C dari wave (A).
Investor disarankan melakukan Buy on Weakness pada rentang 140–146 dengan target harga 162 hingga 180, serta menerapkan stop loss di bawah level 136.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
