Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Juli 2026 | 15.07 WIB

Pengelola Kopdes Merah Putih Blungun Kelimpungan: Stok Barang Habis Hingga Belum Menerima Upah Operasional

STOK MENIPIS: Uang hasil penjualan di KDMP Blungun rutin disetorkan, tapi sampai sekarang barang belum juga dikirim lagi. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN) - Image

STOK MENIPIS: Uang hasil penjualan di KDMP Blungun rutin disetorkan, tapi sampai sekarang barang belum juga dikirim lagi. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

JawaPos.com - Pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Blungun, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kelimpungan. Meski pengelola sudah menyetorkan uang penjualan, tapi stok barang yang habis tak kunjung disuplai kembali.

Dilansir dari Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group), Asisten Manajer KDMP Desa Blungun, Ahmad Ryanto mengatakan, sejak beroperasi transaksi penjualan di KDMP Blungun rerata mencapai Rp 1 juta per hari, yakni total keseluruhan sekitar Rp 25 juta.

Di mana, sistem pembayaran yang sebelumnya dilakukan secara manual, kini telah beralih melalui transfer menggunakan layanan BRILink.

‘’Penjualan tetap berjalan setiap hari. Uang hasil penjualan juga terus kami setorkan, tetapi sampai sekarang barang belum juga dikirim lagi,’’ ujarnya, dikutip Sabtu (11/7).

Kondisi tersebut membuat stok barang yang sebelumnya didistribusikan terus berkurang. Bahkan, beberapa jenis barang sudah habis, sehingga dikhawatirkan mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

‘’Saat kami tanyakan ke pihak Agrinas, jawabannya barang harus dikirim dari pusat. Logikanya, seharusnya di tingkat kabupaten sudah ada gudang distributor, sehingga distribusi bisa lebih cepat,’’ sambungnya.

Selain persoalan pasokan barang, Ahmad juga mengaku belum menerima upah operasional, yang sebelumnya dijanjikan sebesar Rp 1,9 juta untuk masa kerja 25 hari.

Informasi yang diterima, baru pengelola KDMP Desa Ngloram dan Mulyorejo, Kecamatan Cepu dan Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban yang telah menerima pembayaran upah.

Di sisi lain, Ketua KDMP Desa Blungun, Mashur mengaku tidak dilibatkan dalam proses pengadaan barang. Ia berharap ke depan distribusi barang dapat dilakukan lebih baik agar operasional koperasi tidak terganggu.

‘’Kami tidak dilibatkan sama sekali dalam pengadaan barang,’’ tandasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore