Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juli 2026 | 01.18 WIB

IHSG Ditutup Menguat Seiring Maraknya Aksi IPO di Pasar Modal

Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - IHSG Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat seiring maraknya aksi Initial Public Offering (IPO) di pasar modal domestik sepanjang pekan ini.

IHSG ditutup menguat 39,07 poin atau 0,67 persen ke posisi 5.912,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,49 poin atau 0,77 persen ke posisi 587,37.

"Bursa kawasan Asia bergerak variatif di tengah konflik yang kembali memanas di Timur Tengah, yang mana militer Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi telah melakukan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari dalam negeri, sebanyak enam perusahaan mencatatkan saham perdana atau menggelar IPO sepanjang pekan ini, dengan total dana terhimpun dari keenamnya sekitar Rp1,79 triliun.

Sebanyak lima saham perusahaan yang menggelar IPO mengalami kenaikan signifikan atau mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan, sedangkan satu perusahaan masih akan menggelar IPO pada Jumat (10/07) besok.

Di sisi lain, Asia Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil tahun 2026 dan 2027 sebesar 5,2 persen, yang memberikan gambaran ketahanan ekonomi dalam negeri di saat ketidakpastian geopolitik, posisi Indonesia mencatatkan pertumbuhan stabil.

"Proyeksi tersebut menunjukkan kondisi target yang realistis kondisi global mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi," ujar Nico.

Dari mancanegara, konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas yaitu militer AS mengkonfirmasi telah melakukan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut.

Sementara itu, Iran mengancam akan melakukan operasi pembalasan skala besar terhadap pangkalan militer AS di seluruh wilayah tersebut. Permusuhan mendorong harga minyak lebih tinggi, memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga dapat tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.226.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,69 miliar lembar saham senilai Rp12,07 triliun. Sebanyak 338 saham naik, 296 saham menurun dan 330 tidak bergerak nilainya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore