
Ilustrasi kegiatan ekspor impor. Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 1,61 miliar pada Mei 2026 atau mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 1,61 miliar pada Mei 2026 atau mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut.
Defisit neraca perdagangan Indonesia disebabkan oleh nilai impor yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ekspor. Adapun, nilai impor Indonesia pada Mei sebesar USD 24,81 miliar, sedangkan ekspor RI USD 23,20 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan efisit pada Mei 2026 disebabkan pada komoditas migas sebesar defisit USD 3,76 miliar dengan penyumbang defisit komoditas migas hasil minyak dan minyak mentah.
“Untuk Mei 2026, nilai ekspor tersebut turun 5,73 persen secara tahunan, sementara untuk nilai impor pada bulan Mei mengalami peningkatan 22,16 persen secara tahunan,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7).
Ateng mengatakan, komoditas nonmigas masih alami surplus meskipun lebih rendah dari April 2026. Surplus nonmigas di Mei 2026 sebesar USD 2,15 miliar, turun dibandingkan April 2026 senilai USD 3,53 miliar.
Komoditas utama penyumbang surplus nonmigas ini antara lain bahan bakar mineral (HS27). Penyumbang surplus berikutnya dari lemak dan minyak hewan/nabati (HS15), dan juga besi dan baja (HS72).
Ateng mengatakan, untuk total impor di Mei 2026 mencapai USD 24,81 miliar (yoy) atau naik 22,16 persen dari Mei 2025. Kenaikan impor Mei 2026 ini berasal dari impor migas senilai USD 4,51 miliar naik 70,78 persen (yoy). Impor nonmigas pun melonjak menjadi USD 20,30 miliar pada Mei 2026 atu naik 14,89 persen (yoy).
“Peningkatan impor secara tahunannya (impor Mei 2026) ini terutama didorong impor nonmigas dengan andil peningkatan impor nonmigas sebesar 12,95 persen,” ucapnya.
Penurunan ekspor ini berasal dari penurunan ekspor migas dan nonmigas. Masing-masing untuk penurunan migas sebesar minus 31,76 persen (yoy) menjadi USD 0,76 miliar dan ekspor nonmigas turun 4,50 persen menjadi USD 22,45 miliar.
Adapun, penurunan nilai ekspor Mei 2026 secara tahunan didorong terutama oleh penurunan nonmigas dengan beberapa komoditas utama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022