Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2026 | 23.31 WIB

Anggaran MBG Dipangkas Signifikan, Menkeu Purbaya Siap Perketat Pengawasan di Daerah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah akan melakukan pemangkasan anggara Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai dengan permintaan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebagai informasi, permintaan tersebut disampaikan langsung oleh kepala BGN saat melakukan pertemuan dengan jajaran pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis, (25/6).

“Kemaren saya ketemu Kepala BGN sudah kesini dia melaporkan bahwa akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN,” ujar Purbaya dalam jumpa media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/6).

Purbaya mengatakan, anggaran untuk program MBG akan menurun signifikan dari yang ditetapkan di awal sebesar Rp 335 triliun. Meski begitu ia tidak merinci potensi pemotongan atau penghematan anggaran untuk program MBG.

“Saya pikir cukup signifikan. Tapi nanti biar kepala BGN yang mengumumkan,” ujarnya.

Lanjutnya, dalam pertemuan tersebut Kepala BGN juga menyampaikan kesulitan akan pengawasan pelaksanaan program MBG di daerah. Menyikapi hal itu, Purbaya mengatakan bahwa Kemenkeu akan membentuk tim guna membantu BGN dalam hal pengawasan.

Ia menjelaskan, Kemenkeu nantinya akan meminta kepada kantor-kantor cabang akan membantu BGN dalam memantau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah secara berkala.

“Nanti orang-orang saya di daerah Monitor SPPG secara berkala, jadi saya punya alat dan saya bisa kontrol ke anggaran. Mereka juga setuju kalau gak benar boleh tutup aja,” ungkapnya.

Sebagai informasi, total alokasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang 2026 ini tercatat Rp 335 triliun, artinya belanja untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut baru terealisasi 26,3 persen hingga bulan Mei 2026.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore