
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede. (Istimewa)
JawaPos.com - Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, mengatakan Bank Indonesia (BI) perlu mempertimbangkan secara matang bila ingin kembali menaikan suku bunga acuan atau BI Rate.
Seperti diketahui, dalam kurun waktu satu bulan BI telah menaikan suku bunga acuan hingga 100 basis poin (bps) dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen.
“BI sebaiknya tidak terburu-buru menaikkan suku bunga lagi setelah 5,75 persen kecuali rupiah kembali melemah tajam, inflasi bergerak mendekati batas atas sasaran, atau dana asing keluar secara besar,” ujar Josua kepada Jawapos, Minggu (21/6).
Josua mengatakan, fokus BI berikutnya perlu diarahkan pada stabilisasi rupiah yang terukur, pendalaman pasar valuta asing, penguatan lindung nilai, serta menjaga likuiditas perbankan agar kredit produktif tidak terlalu tertekan.
“Laporan yang diunggah juga memperkirakan BI Rate bertahan di 5,75 persen hingga akhir 2026 dalam skenario dasar, dengan rupiah akhir tahun di kisaran Rp17.800–18.000 per dolar AS dan imbal hasil SBN 10 tahun di kisaran 7,2–7,4 persen,” ujarnya.
Baca Juga:BI Rate dan Keberanian Pro-Stabilitas
Lanjutnya, kebijakan BI yang menaikan suku bunga adalah hal yang perlu dilakukan karena kondisi tekanan dari sisi eksternal yang masih tinggi. Dimana, BI secara resmi menyebut kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi rupiah dan menjaga inflasi 2026–2027 tetap dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
Josua mengatakan, langkah ini makin relevan karena bank sentral Amerika Serikat masih menunjukkan sikap ketat, dengan proyeksi suku bunga kebijakan akhir 2026 naik menjadi 3,8 persen dan inflasi 2026 diperkirakan 3,6 persen.
“Artinya, ruang bagi negara berkembang untuk terlalu longgar menjadi sempit, karena selisih imbal hasil dengan Amerika Serikat harus tetap cukup menarik agar dana asing tidak keluar,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) kembali menaikan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI terbaru.
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6).

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
