Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juni 2026 | 18.03 WIB

BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Ekonom: Saatnya BI Tahan Diri dari Kenaikan Lanjutan

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede. (Istimewa) - Image

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede. (Istimewa)

JawaPos.com - Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, mengatakan Bank Indonesia (BI) perlu mempertimbangkan secara matang bila ingin kembali menaikan suku bunga acuan atau BI Rate.

Seperti diketahui, dalam kurun waktu satu bulan BI telah menaikan suku bunga acuan hingga 100 basis poin (bps) dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen.

“BI sebaiknya tidak terburu-buru menaikkan suku bunga lagi setelah 5,75 persen kecuali rupiah kembali melemah tajam, inflasi bergerak mendekati batas atas sasaran, atau dana asing keluar secara besar,” ujar Josua kepada Jawapos, Minggu (21/6).

Josua mengatakan, fokus BI berikutnya perlu diarahkan pada stabilisasi rupiah yang terukur, pendalaman pasar valuta asing, penguatan lindung nilai, serta menjaga likuiditas perbankan agar kredit produktif tidak terlalu tertekan.

“Laporan yang diunggah juga memperkirakan BI Rate bertahan di 5,75 persen hingga akhir 2026 dalam skenario dasar, dengan rupiah akhir tahun di kisaran Rp17.800–18.000 per dolar AS dan imbal hasil SBN 10 tahun di kisaran 7,2–7,4 persen,” ujarnya.

Lanjutnya, kebijakan BI yang menaikan suku bunga adalah hal yang perlu dilakukan karena kondisi tekanan dari sisi eksternal yang masih tinggi. Dimana, BI secara resmi menyebut kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi rupiah dan menjaga inflasi 2026–2027 tetap dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

Josua mengatakan, langkah ini makin relevan karena bank sentral Amerika Serikat masih menunjukkan sikap ketat, dengan proyeksi suku bunga kebijakan akhir 2026 naik menjadi 3,8 persen dan inflasi 2026 diperkirakan 3,6 persen.

“Artinya, ruang bagi negara berkembang untuk terlalu longgar menjadi sempit, karena selisih imbal hasil dengan Amerika Serikat harus tetap cukup menarik agar dana asing tidak keluar,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) kembali menaikan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI terbaru.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6).

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore