Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2026 | 05.33 WIB

Komisi XI DPR RI Minta Pemerintah Perkuat Diplomasi Ekonomi Demi Ruang Fiskal APBN

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad. (Istimewa) - Image

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah didorong memperkuat disiplin fiskal, mengoptimalkan diplomasi ekonomi, dan mempercepat transformasi sektor riil guna menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengatakan, langkah diplomasi ekonomi perlu diperkuat, terutama untuk menegosiasikan suku bunga dan tenor pinjaman dengan kreditur internasional. Hal itu agar tekanan terhadap ruang fiskal APBN dapat diminimalkan.

“Diplomasi diperlukan untuk menegosiasikan kembali suku bunga serta tenor pinjaman, mengingat kondisi ekonomi global saat ini penuh ketidakpastian,” ujar Kamrussamad dalam acara diskusi publik Pantau APBN di Jakarta, Kamis (18/6).

Di tengah tantangan global maupun domestik yang terjadi, Kamrussamad meminta agar APBN dapat digunakan secara produktif agar dapat mendorong roda perekonomian di tengah masyarakat.

"Makanya Pak Prabowo menerbitkan inpres tentang efisiensi supaya penggunaan anggaran negara dilakukan secara produktif, terukur, dan memiliki outcome yang jelas," tegas Kamrussamad.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai, pelemahan rupiah dalam satu dekade terakhir mencerminkan tantangan struktural ekonomi yang masih perlu dibenahi. Dia menyatakan, pemerintah telah memperkuat fondasi ekonomi melalui pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri manufaktur serta peningkatan konektivitas.

"Konektivitas yang semakin baik membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha daerah untuk menembus pasar ekspor," ujar Fakhrul Fulvian.

Dia mengatakan, kinerja sejumlah indikator ekonomi, termasuk neraca perdagangan yang masih surplus, menunjukkan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga. “Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, didukung sumber daya alam yang melimpah dan potensi sektor produktif yang besar,” ungkap Fakhrul Fulvian.

Karena itu, penguatan struktur ekonomi, peningkatan kualitas belanja negara, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika global.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore