Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juni 2026 | 23.43 WIB

Pasar Modal Masih Dalam Tekanan, Simpan Asset Management Siapkan Solusi untuk Investor Indonesia

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (30/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com — Pasar modal dan pergerakan nilai tukar tukar masih dalam tekanan menyusul sentimen dari dalam dan global. Nilai tukar rupiah melemah 15,6% terhadap dolar AS sejak Oktober 2024, IHSG menyentuh valuasi terendah sejak era Covid, dan kepemilikan asing di obligasi pemerintah Indonesia turun dari sekitar 23% menjadi hanya 13%.

Nicholas Hilman, Co-Founder Simpan Asset Management menegaskan tekanan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir akibat kebijakan fiskal dan stabilitas nilai tukar. Di sisi fiskal, pemerintah tidak mencapai target penerimaan 2025 sebesar Rp 3.000 triliun, hanya merealisasikan 91%-nya. Sementara itu, belanja pemerintah terus tumbuh, dengan deficit-to-GDP mendekati batas -3% yang selama ini hanya terlampaui saat pandemi. 

Di sisi moneter, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga 100 basis poin hanya dalam dua bulan, menggeser posisi dari pro-pertumbuhan menjadi pro-stabilitas. Cadangan devisa tergerus dari USD 156 miliar menjadi USD 145 miliar untuk intervensi nilai tukar. Terbaru Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) menaikan BI rate sebesar 25 basis poin dari 5,5 menjadi 5,75 hari ini, Kamis 18/6).

Nicholas mengingatkan yang perlu dicermati investor adalah bahwa tekanan ini terkonsentrasi di sisi currency dan aliran modal, bukan pada fondasi ekonomi itu sendiri. Inflasi tetap terjaga dan pertumbuhan PDB masih stabil di sekitar 5%. Pasar sedang bereaksi terhadap ketidakpastian kebijakan, bukan terhadap keruntuhan fundamental.

Dalam pengamatannya, penjualan asing di IHSG, misalnya, lebih didorong oleh risiko nilai tukar, ketidakpastian governance, dan penghapusan dari indeks MSCI/FTSE, bukan oleh pelemahan kinerja emiten. Valuasi IHSG saat ini berada di 14,5x P/E, sebuah titik yang secara historis menjadi awal dari pemulihan, bukan pelemahan lebih lanjut. 

Dalam kondisi seperti ini, strategi yang pasif bukan hanya tidak optimal, tapi bisa merugikan. "Simpan membangun dua produk yang saling melengkapi untuk menavigasi lingkungan ini," ucap Nicholas.

Pertama, Actively Managed Portfolio (AMP) adalah layanan portofolio reksa dana yang dikelola secara aktif, mencakup ekuitas, obligasi, dan pasar uang, dengan rebalancing bulanan berdasarkan model kuantitatif dan penilaian profesional. 

Sejak diluncurkan pada Januari 2026, layanan AMP berhasil membatasi kerugian secara signifikan di tengah penurunan tajam IHSG yang mencapai -34,5%. Bahkan portofolio AMP dengan risiko tertinggi (R5) hanya mencatat kerugian -12%, memberikan keunggulan perlindungan modal sebesar 22,5 poin persentase dibandingkan indeks. Di bulan Juni, setelah valuasi yang terdepresi menciptakan peluang akumulasi, tim Simpan kembali menambah posisi ekuitas secara selektif.

Kedua, Simpan Dollar Bond Fund (DBF) yang hadir untuk menjawab risiko yang berbeda: pelemahan rupiah dalam jangka panjang. IDR telah melemah rata-rata 5% per tahun selama 15 tahun terakhir, sementara inflasi domestik bertahan di sekitar 3%. Artinya, investasi rupiah perlu menghasilkan minimal 8% per tahun hanya untuk menyamai nilai dolar. 

"Kedua produk ini bukan pilihan alternatif satu sama lain, namun dirancang untuk saling melengkapi  antara pertumbuhan berbasis IDR dan perlindungan nilai berbasis USD," katanya.
 
Simpan Asset Management saat ini mengelola aset lebih dari Rp1,5 triliun dengan lebih dari 1.000 klien. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore