Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juni 2026 | 23.34 WIB

Harga Eceran Tertinggi Minyakita Tak Naik, Tetap Rp 15.700 per Liter

Ilustrasi minyak goreng kemasan bersubsidi Minyakita di salah satu Pasar Kebayoran Lama, Jakarta. (Dery Ridwansyah/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi minyak goreng kemasan bersubsidi Minyakita di salah satu Pasar Kebayoran Lama, Jakarta. (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah memastikan tidak ada perubahan pada Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita. Di tengah berbagai spekulasi mengenai kemungkinan penyesuaian harga, pemerintah menegaskan HET Minyakita tetap dipertahankan di level Rp15.700 per liter.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, kebijakan pemerintah saat ini lebih diarahkan pada penguatan distribusi agar Minyakita semakin mudah dijangkau masyarakat, terutama di pasar-pasar rakyat.

Langkah tersebut dilakukan dengan melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) sektor pangan, yakni Perum Bulog dan ID FOOD, guna memperluas jaringan distribusi serta menjaga pasokan di berbagai wilayah.

Menurut Budi, upaya memperkuat distribusi dinilai lebih penting dibandingkan melakukan penyesuaian harga. Dengan pasokan yang lebih merata dan mudah diperoleh masyarakat, stabilitas harga di tingkat konsumen diharapkan dapat tetap terjaga.

“Sampai saat ini, tidak ada kenaikan HET Minyakita, masih Rp15.700 per liter. Kami saat ini akan fokus pada distribusi Minyakita ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN Pangan seperti Bulog dan ID FOOD. Kami harap, Minyakita akan semakin banyak di pasar,” ujar Mendag Busan dalam keterangannya, Kamis (18/6).

Selain memperkuat distribusi, pemerintah juga menyiapkan langkah lain untuk menjaga ketersediaan minyak goreng di pasar. Salah satunya dengan mengarahkan kebutuhan minyak goreng untuk program bantuan pangan menggunakan produk selain Minyakita, sehingga pasokan Minyakita dapat lebih difokuskan untuk kebutuhan masyarakat umum.

“Kalau kemarin sebagian dipakai untuk bantuan pangan, selanjutnya akan menggunakan merek lain. Detailnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan produsen,” ujar Mendag Busan.

Pemerintah juga mendorong produsen meningkatkan produksi minyak goreng alternatif atau second brand sebagai pendamping Minyakita. Kehadiran produk-produk tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan minyak goreng dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kami juga meminta para produsen untuk memproduksi lebih banyak minyak goreng second brand. Sekarang pun, sudah banyak di pasar rakyat ya, tidak hanya Minyakita. Jadi sudah mudah untuk didapatkan,” ujar Mendag Busan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore