Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juni 2026 | 14.44 WIB

Pasar Cermati Kebijakan The Fed, Nilai Tukar Rupiah berpotensi Tertekan pada 18 Juni

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Kamis (18/6). Hal ini setelah sebelummya ditutup melemah 39 poin menjadi Rp 17.764 per dollar AS pada perdagangan Rabu (17/6).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar AS didorong sentimen kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Untuk perdagangan (18/6) mata uang Rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah direntang Rp 17.760 - Rp 17.800," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Kamis (18/6).

Ia menjelaskan, Memorandum of Understanding, yang belum dipublikasikan, memperpanjang gencatan senjata yang rapuh yang diumumkan pada bulan April selama 60 hari lagi untuk memungkinkan pembicaraan menuju gencatan senjata permanen.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Amerika Serikat akan mencabut blokade pelabuhan Iran, sementara Teheran akan mengizinkan lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz, yang secara efektif diblokir sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari.

Namun demikian, para pejabat industri mengatakan bahwa kembalinya produksi dan penyulingan ke tingkat pra-perang kemungkinan akan memakan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Selain itu, Israel telah menjauhkan diri dari gencatan senjata April dan perjanjian AS-Iran terbaru, menambah ketidakpastian apakah gencatan senjata baru ini akan bertahan. Serangan pesawat tak berawak Israel menargetkan tiga kendaraan di Lebanon selatan pada hari Selasa, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lainnya, lapor Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).

“Trump mengeluarkan teguran publik yang jarang terjadi terhadap taktik militer Israel,” ujarnya.

Ibrahim mengatakan, saat ini fokus pasar sepenuhnya pada pengumuman kebijakan pertama Federal Reserve di bawah Ketua Kevin Warsh. Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, tetapi investor akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dan apa yang disebut "plot titik" untuk petunjuk tentang jalur kebijakan di masa depan.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore