
Ilustrasu nilai tukar rupiagh. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Senin (3/8), setelah sebelummya ditutup menguat 89 poin menjadi Rp 18.022 per dollar AS pada perdagangan Jumat (31/7).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri dan luar negeri.
"Untuk perdagangan (3/8) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.020-Rp 18.070," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Senin (3/8).
Ibrahim mengatakan, data Core Personal Consumption Expenditures (Core PCE) Amerika Serikat periode Juni yang lebih rendah dari perkiraan, yang dirilis pada Kamis, membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi dan prospek suku bunga. Data tersebut merupakan indikator inflasi acuan utama The Federal Reserve (The Fed).
Meski demikian, indeks Core PCE masih berada di atas target inflasi tahunan The Fed sebesar 2 persen sehingga pasar masih memperhitungkan peluang setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun.
Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dipisahkan dari alokasi anggaran pendidikan. Ketentuan tersebut wajib diterapkan paling lambat pada APBN Tahun Anggaran 2028.
Selain itu, laju inflasi Indonesia diperkirakan kembali melandai pada Juli 2026 seiring meredanya tekanan harga pangan dan normalisasi kenaikan harga yang diatur pemerintah. Meski demikian, risiko inflasi masih perlu diwaspadai, terutama akibat pelemahan nilai tukar rupiah, potensi fenomena El Nino, serta peningkatan permintaan pangan yang berpotensi mendorong kenaikan harga pada paruh kedua tahun ini.
“Sejumlah ekonom memperkirakan inflasi tahunan Juli 2026 berada di kisaran 3 persen. Inflasi bulanan diproyeksikan sebesar 0,03 persen, lebih rendah dibandingkan 0,44 persen pada Juni, sedangkan inflasi tahunan diperkirakan mencapai 3,06 persen, turun dari 3,34 persen pada bulan sebelumnya,” ujarnya.
Perlambatan inflasi terutama didorong penurunan harga komoditas pangan bergejolak (volatile food) dan normalisasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada bulan sebelumnya. Komponen volatile food diperkirakan mengalami deflasi sebesar 1,12 persen secara bulanan, berbalik dari inflasi 0,14 persen pada Juni.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022