Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juni 2026 | 21.00 WIB

Heran Harga TBS Sawit Bisa Turun di Tengah Menguatnya Dolar terhadap Rupiah, Mentan: ini Anomali!

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi terkait TBS Sawit di Kementan, Jakarta, Senin (8/6)/(Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi terkait TBS Sawit di Kementan, Jakarta, Senin (8/6)/(Dimas Choirul/Jawapos.com)

JawaPos.com - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengaku heran dengan kondisi harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Indonesia yang belakangan masih ada yang turun di tingkat petani. Pasalnya, harga Crude Palm Oil (CPO) dunia dan kurs dolar AS saat ini sedang meningkat.

"Ini anomali. Di saat ini (dolar AS menguat) harga harusnya naik bukan turun. Kenapa? Karena nilai dolar selisih 10 persen, ya harus naik. Tidak ada alasan turun," kata Amran saat jumpa pers di Kantor Kementan Jakarta, Senin (8/6).

Amran menegaskan, pihaknya bersama dengan Satgas Pangan Polri akan melakukan pengecekan kepada seluruh perusahaan pengolah TBS Sawit atau refinery serta Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang membeli TBS dengan harga murah.

Seharusnya, para refinery serta PKS tersebut membeli TBS dari petani dengan harga yang tinggi di tengah meningkatnya harga CPO secara global.

"Ini harusnya momentum ini, kesempatan ini sektor pertanian kita gunakan dengan baik. Tahun lalu ekspor kita naik 167 triliun. Jadi kalau ada katakanlah masalah itu pasti ada positifnya," kata Amran.

Kementan, lanjut dia, bersama dengan Satgas Pangan Polri tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada para pelaku industri yang masih membeli TBS dengan harga murah.

Dimana, hingga hari ini kata Amran, masih ada sekitar 300 dari 1.900 perusahaan yang belum juga menaikkan harga beli TBS sawit dari petani. Terkait ini, Amran memastikan akan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum setempat dalam hal ini Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda di seluruh wilayah.

"Hari ini masih ada kurang lebih 300 dari total 300 perusahaan dari totalnya 1.900 perusahaan yang bergerak sektor kelapa sawit. Yang 300 ini kita akan periksa, kita akan cek kenapa dia tidak naikkan seperti semula. Bahkan harusnya naik 10 persen daripada harga sebelumnya," kata dia.

"Langsung diperiksa. Surat hari ini kita berikan, bawa pulang, diperiksa," tegas Amran.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore