Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2026 | 11.18 WIB

Wamenkeu Juda Agung Ungkap 3 Tantangan Besar Ekonomi Daerah, Soroti Diversifikasi hingga Kualitas Belanja

Wamenkeu Juda ungkap 3 tantangan ekonomi daerah, soroti diversifikasi dan kualitas belanja. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Wamenkeu Juda ungkap 3 tantangan ekonomi daerah, soroti diversifikasi dan kualitas belanja. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyoroti masih besarnya tantangan yang dihadapi pemerintah pusat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah yang berkelanjutan.

Juda menyampaikan terdapat tiga tantangan utama yang saat ini dihadapi daerah. Mulai dari diserfikasi ekonomi daerah hingga kualitas belanja.

“Pertama, bagaimana kita mendorong diversifikasi ekonomi daerah. Secara spasial, seluruh wilayah tumbuh. Tetapi tidak semua daerah punya daya tahan yang sama,” ujar Juda dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026 di Jakarta pada Senin (25/5).

“Sejumlah daerah sangat tergantung pada sektor-sektor ekstraktif atau sektor tambang dan komoditas primer. Ini cenderung rentan terhadap fluktuasi harga. Oleh sebab itu, diversifikasi dan inovasi ekonomi daerah menjadi kunci,” sambungnya.

Selain diversifikasi ekonomi, Juda juga menyoroti kualitas belanja daerah yang dinilai masih perlu ditingkatkan agar lebih produktif dan mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Menurut dia, komposisi belanja daerah saat ini masih didominasi belanja pegawai dan barang dengan rata-rata mencapai sekitar 70 persen. Sementara itu, porsi belanja modal yang berpotensi mendorong aktivitas ekonomi produktif masih relatif terbatas.

Ia juga mengkritisi pola penyerapan anggaran daerah yang kerap rendah pada awal tahun dan baru meningkat signifikan menjelang akhir tahun anggaran. Kondisi tersebut dinilai mengurangi efektivitas APBD sebagai instrumen stimulus ekonomi daerah.

“Belanja daerah juga sering rendah di awal tahun dan baru menumpuk di akhir tahun. Ini mengurangi daya dorong APBD terhadap ekonomi lokal,” jelasnya.

Adapun tantangan ketiga yang disoroti adalah keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah daerah. Juda menyebut masih banyak daerah yang sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat karena pendapatan asli daerah (PAD) belum optimal.

Kondisi tersebut berdampak pada terhambatnya berbagai proyek strategis daerah serta rendahnya efektivitas penyerapan anggaran.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore