Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Mei 2026 | 03.12 WIB

GAPPRI Nilai Langkah Pemerintah Pertahankan Tarif Cukai Bantu Industri Tembakau

ILUSTRASI Kebun tembakau. (ANTARA) - Image

ILUSTRASI Kebun tembakau. (ANTARA)

JawaPos.com - Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) menilai langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertahankan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) tahun 2027 sebagai langkah dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah dinamika global yang masih suram.

"Kebijakan ini jadi bukti, pemerintah mendengar suara industri hasil tembakau yang menyerap sekitar 6 juta orang," Ketua GAPPRI Henry Najoan di Jakarta, Rabu (20/05/2026).

Henry mendukung Kemenkeu yang kini lebih fokus pada pemberantasan rokok ilegal sebagai terobosan rasional. Pasalnya, tingginya tarif cukai justru kerap menjadi pemicu meluasnya peredaran rokok ilegal yang merusak industri legal dan merugikan negara.

Di lain sisi, pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk meninjau ulang beberapa regulasi yang membebani iklim usaha industri hasil tembakau nasional. Diantaranya, regulasi seperti standardisasi kemasan, pembatasan kadar nikotin dan tar, serta larangan bahan tambahan yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi nasional.

"GAPPRI meminta pemerintah perlu berhati-hati dalam merumuskan kebijakan, agar tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan bagi industri dan perekonomian nasional yang tidak sedang baik-baik saja," kata Henry Najoan.

GAPPRI juga mengingatkan agar pemerintah berkomitmen meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk menyerap jutaan tenaga kerja jangan sampai terganggu oleh agenda Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang menginfiltrasi melalui produk hukum, salah satunya PP 28/2024 dan aturan turunannya.

"Pentingnya pemerintah membuka ruang dialog yang inklusif dan transparan guna menciptakan regulasi yang adil dan berimbang, agar tercipta kebijakan yang selama ini dominan hanya berorientasi kesehatan masyarakat, yang pada akhirnya mengorbankan sektor lain, tetapi harus adil juga bagi kepentingan pembangunan ekonomi, sosial dan industri agar selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Henry Najoan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore