Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Mei 2026 | 17.46 WIB

Yen Tertekan, Jepang Bisa Kembali Guyur Pasar Valas dengan Restu Amerika Serikat

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama (depan kiri) dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent (depan kanan) menggelar pertemuan di Kementerian Keuangan Jepang di Tokyo pada 12 Mei 2026. (Kementerian Keuangan Jepang/Kyodo) - Image

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama (depan kiri) dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent (depan kanan) menggelar pertemuan di Kementerian Keuangan Jepang di Tokyo pada 12 Mei 2026. (Kementerian Keuangan Jepang/Kyodo)

 
JawaPos.com – Jepang berpeluang kembali turun tangan di pasar valuta asing untuk menahan kejatuhan yen. Kali ini, Tokyo dinilai mendapat ruang gerak lebih besar setelah muncul sinyal dukungan dari Amerika Serikat.

Seperti dilansir Kyodo, Jumat (15/5), otoritas Jepang sebelumnya sudah menggelontorkan hampir 10 triliun yen (sekitar Rp1.110 triliun) untuk menopang mata uangnya. Namun, langkah itu dinilai baru sebatas membeli waktu.

Pelemahan yen masih terus menjadi ancaman. Krisis Timur Tengah mendorong investor mencari aset aman, yang kembali mengangkat dolar AS.

Pasar melihat level 160 yen per dolar sebagai garis merah bagi Tokyo. Jika yen kembali menembus level itu, intervensi baru sangat mungkin terjadi.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan koordinasi dengan Amerika Serikat berjalan baik. Ia menegaskan Washington memberikan dukungan penuh terkait gejolak pasar mata uang.

Sinyal serupa datang dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Ia menyebut komunikasi kedua negara dalam menghadapi volatilitas pasar berlangsung intens dan solid.

Analis menilai dukungan AS bukan semata untuk membantu Jepang. Washington juga disebut khawatir jika Tokyo sampai menjual obligasi pemerintah AS untuk membiayai intervensi besar.

Jika itu terjadi, imbal hasil obligasi AS bisa naik. Kondisi tersebut jelas bukan skenario yang diinginkan pemerintah Amerika.

Perkiraan pasar menyebut Jepang menghabiskan sekitar 5 triliun yen (sekitar Rp555 triliun) pada 30 April. Dugaan intervensi tambahan di awal Mei nilainya lebih dari 4 triliun yen (sekitar Rp444 triliun).

Masalahnya, intervensi bukan solusi permanen. Dalam kasus sebelumnya pada 2022 dan 2024, nilai tukar kembali melemah dalam waktu sekitar dua bulan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore