Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Mei 2026 | 04.14 WIB

Astra Bukukan Laba Rp 5,85 Triliun di Kuartal I-2026

Ilustrasi Gedung PT Astra Internasional Tbk Jakarta - Image

Ilustrasi Gedung PT Astra Internasional Tbk Jakarta

JawaPos.com – PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp5,85 triliun pada Kuartal I-2026. Capaian tersebut turun 16 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,93 triliun.

Presiden Direktur Astra International, Rudy menjelaskan bahwa penurunan laba bersih sejalan dengan melemahnya pendapatan bersih konsolidasian grup. Pada tiga bulan pertama 2026, pendapatan Astra tercatat Rp78,66 triliun atau turun 6 persen (yoy) dari Rp83,36 triliun pada Kuartal I-2025.

“Hal ini disebabkan oleh kinerja yang lebih rendah dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi, terutama akibat kontribusi dari bisnis pertambangan emas yang minim, serta volume yang lebih rendah di bisnis alat berat dan bisnis jasa penambangan,” ujar Rudy dalam keterangannya, dikutip Jumat (1/5).

Selain itu, Astra juga mencatat sejumlah beban non-recurring serta penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas selama periode tersebut. “Tanpa memperhitungkan hal ini, laba bersih Astra Grup turun 8 persen menjadi Rp6,8 triliun,” tambahnya.

Meski demikian, beberapa lini usaha masih menunjukkan kinerja positif. Dalam hal ini, bisnis otomotif dan mobilitas mencatat kenaikan laba 4 persen menjadi Rp2,36 triliun, dari sebelumnya Rp2,27 triliun.

Segmen jasa keuangan juga tumbuh 6 persen menjadi Rp2,26 triliun, didorong oleh peningkatan kontribusi pembiayaan konsumen seiring membesarnya portofolio pembiayaan. Adapun sebaliknya, segmen alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi mengalami penurunan paling tajam.

Ia juga menyampaikan bahwa laba di sektor alat berat hingga energi anjlok 79 persen menjadi Rp408 miliar, dari Rp1,95 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

“Penurunan kinerja terutama disebabkan tidak adanya penjualan emas dari Tambang Emas Martabe dan dampak terhadap permintaan pelanggan atas alat berat dan jasa kontraktor pertambangan akibat alokasi RKAB batu bara nasional yang lebih rendah pada 2026,” jelas Rudy.

Di luar itu, segmen agribisnis masih mencatat pertumbuhan positif dengan laba bersih Rp298 miliar atau naik 35 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan penjualan minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan turunannya sebesar 6 persen menjadi 457 ribu ton, dengan harga relatif stabil di kisaran Rp14.556 per kilogram.

Segmen infrastruktur juga mencatat kenaikan laba 32 persen menjadi Rp343 miliar, seiring kenaikan tarif jalan tol dan peningkatan volume lalu lintas. Pendapatan harian konsesi jalan tol Grup meningkat 14 persen.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore