Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Mei 2026 | 03.00 WIB

7 Strategi Jitu Menjaga Keuangan Tetap Stabil, dari Skala Prioritas hingga Dana Darurat

Ilustrasi seseorang yang dengan cermat mengelola keuangannya, menghindari jebakan pengeluaran demi mencapai kebebasan finansial lintas generasi. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang dengan cermat mengelola keuangannya, menghindari jebakan pengeluaran demi mencapai kebebasan finansial lintas generasi. (Freepik)

 JawaPos.com - Mengelola keuangan pribadi bukan sekadar menahan pengeluaran, tetapi tentang menata prioritas dan membangun kebiasaan finansial yang sehat. Tanpa perencanaan yang tepat, pemasukan bulanan bisa cepat habis tanpa terasa.

Setiap orang tentu menginginkan kondisi keuangan yang stabil dan terkendali. Karena itu, pemahaman mengenai manajemen finansial menjadi hal penting agar keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan tetap terjaga.

Dalam kehidupan sehari-hari, pengeluaran datang dari berbagai arah—mulai dari tagihan rutin seperti listrik dan air, hingga kebutuhan hiburan dan belanja daring. Tanpa pengaturan yang baik, alokasi dana bisa menjadi tidak terkendali.

Mengacu pada berbagai panduan pengelolaan keuangan, ada sejumlah langkah yang dapat diterapkan untuk menjaga kondisi finansial tetap sehat:

1. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
Kebutuhan mencakup hal-hal mendasar seperti konsumsi dan pendidikan, sementara keinginan lebih bersifat tambahan, misalnya belanja gaya hidup atau hobi. Dengan memahami perbedaan ini, pengeluaran bisa lebih terarah.

2. Menyusun rencana keuangan bulanan
Hal ini menjadi langkah krusial. Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, kondisi finansial dapat dipantau secara lebih jelas, bahkan ketika jumlah tabungan masih terbatas.

3. Bijak Gunakan Kartu Kredit
Penggunaan kartu kredit perlu dilakukan secara bijak. Tanpa kontrol, fasilitas ini berpotensi mendorong perilaku konsumtif dan menimbulkan beban utang jangka panjang.

4. Investasi
Tips selanjutnya adalah mulai mempertimbangkan investasi. Kini, pilihan investasi semakin beragam, tidak hanya saham atau properti, tetapi juga instrumen seperti reksa dana yang lebih mudah diakses.

5. Siapkan Dana Darurat
Menyiapkan dana darurat menjadi hal yang tak kalah penting. Dana ini berfungsi sebagai cadangan saat menghadapi kebutuhan mendesak, tanpa harus mengganggu pos keuangan lain.

6. Gunakan Rumus 50:20:30
Menerapkan prinsip pembagian keuangan seperti aturan 50:30:20 tidaklah sulit. Konsep yang diperkenalkan ekonom Elizabeth Warren ini membagi penghasilan menjadi 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore