
Ilustrasi seorang investor tengah melakukan perhitungan dari investasi yang ditanamkan di sejumlah portfolio. (Istimewa).
JawaPos.com - Konflik Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, menjadi sumber shock utama bagi ekonomi global melalui lonjakan harga minyak dan peningkatan volatilitas pasar. Meski terdapat indikasi de-eskalasi, kondisi tetap rapuh dan berpotensi kembali memburuk, sehingga arah ke depan masih sangat bergantung pada perkembangan geopolitik.
Direktur PT Insight Investments Management (PT IIM), Camar Remoa, melalui pernyataan tertulisnya menilai bahwa dampak konflik tersebut terhadap Indonesia akan tercermin pada empat kanal utama, yaitu external balance, nilai tukar, fiskal dan inflasi.
Dari sisi eksternal, Indonesia sebagai net oil importer menghadapi tekanan struktural akibat ketergantungan tinggi pada impor minyak. Kenaikan harga minyak memperburuk neraca perdagangan energi dan mendorong pelebaran current account deficit (CAD) yang berpotensi naik hingga 1,1% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Meskipun terdapat offset dari kenaikan komoditas lain seperti batu bara dan CPO, namun dominasi kenaikan harga minyak membuat dampak bersih tetap negatif.
“Dari sisi nilai tukar, tekanan muncul dari meningkatnya kebutuhan dolar untuk impor energi serta fenomena flight to safety menyebabkan Rupiah melemah ke kisaran 17.100/USD. Ruang intervensi BI melalui cadangan devisa yang terbatas dikhawatirkan berpotensi membutuhkan penyesuaian suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah ke depan,” jelas Camar.
Dari sisi fiskal, kenaikan harga minyak di atas asumsi APBN meningkatkan beban subsidi secara signifikan hingga Rp 200 triliun, sementara tambahan penerimaan tidak cukup mengimbangi. Hal ini berisiko mendorong defisit fiskal mendekati atau melampaui 3% terhadap PDB di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas.
Dari sisi inflasi, dampaknya relatif tertahan oleh subsidi, namun tetap berisiko meningkat secara signifikan jika terjadi penyesuaian harga BBM subsidi, dengan potensi tambahan inflasi >2-3%. Risiko ini diperbesar oleh kondisi sosial seperti melemahnya kelas menengah dan rendahnya kepercayaan bisnis.
Lebih lanjut, Camar menambahkan bahwa secara keseluruhan, ekonomi Indonesia masih memiliki buffer jangka pendek melalui kebijakan fiskal ekspansif dengan pertumbuhan di kisaran 5,2% pada tahun 2026.
“Namun, risiko utama terletak pada durasi shock energi, di mana semakin lama konflik berlangsung, semakin besar tekanan kumulatif terhadap stabilitas makroekonomi,” ujar Camar.
Strategi Investasi Di Tengah Volatilitas
Dengan meningkatnya ketidakpastian global serta dinamika pasar domestik, kebutuhan akan strategi investasi yang adaptif menjadi semakin relevan. Volatilitas yang dipicu oleh faktor geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta pergerakan aliran dana asing mendorong investor untuk lebih selektif dalam mengelola portofolio.
Camar menekankan bahwa pendekatan yang disiplin dan terdiversifikasi menjadi kunci dalam menghadapi kondisi pasar saat ini.
“Di tengah volatilitas yang meningkat, investor perlu memastikan alokasi aset tetap seimbang dan tidak terfokus pada satu instrumen saja. Diversifikasi menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mengoptimalkan peluang,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022