
Ilustrasi ajakan generasi muda berinvestasi reksadana dengan cara mulai yang mudah dan murah. (Istimewa)
JawaPos.com–Rendahnya literasi investasi masih menjadi tantangan dalam memperluas partisipasi masyarakat di pasar keuangan Indonesia. Di tengah dominasi usia produktif, minat generasi muda untuk berinvestasi dinilai masih tertinggal dibanding potensi yang ada.
Untuk menjawab tantangan tersebut, berbagai cara dilakukan perbankan dan regulator terkait bahkan pemerintah kerap turun langsung. Paling baru, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia meluncurkan program PINTAR Reksa Dana, SiMuda Investasiku.
Inisiatif ini mendorong kebiasaan investasi sejak dini melalui skema setoran rutin dengan nominal terjangkau. Pendekatan ini diklaim menjadi bagian dari strategi memperluas inklusi keuangan sekaligus mengubah pola pengelolaan keuangan masyarakat yang selama ini lebih berorientasi pada menabung dibandingkan investasi.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan nominal kecil, bahkan mulai dari Rp 10 ribu. Uang dengan nominal setara segelas kopi tersebut bisa dialihkan untuk belajar memulai investasi.
Skema ini dinilai relevan untuk generasi muda yang baru memiliki penghasilan atau masih dalam tahap belajar mengelola keuangan.
Sejumlah lembaga keuangan turut terlibat dalam distribusi produk investasi, termasuk Bank Syariah Indonesia sebagai agen penjual reksa dana. Peran perbankan tidak hanya membuka akses transaksi, tetapi juga memperluas edukasi mengenai instrumen investasi yang sesuai bagi pemula.
Salah satu produk yang ditawarkan adalah reksadana pasar uang syariah. Instrumen ini dikenal memiliki risiko relatif rendah dan tingkat likuiditas tinggi karena mayoritas dana ditempatkan pada deposito dan surat utang jangka pendek.
Bagi investor pemula, metode investasi berkala menjadi pendekatan yang lebih aman dibandingkan menanamkan dana dalam jumlah besar sekaligus. Selain membantu mengurangi dampak fluktuasi pasar, cara ini juga mendorong disiplin dalam mengelola keuangan jangka panjang.
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Anggoro Eko Cahyo menyatakan, kemudahan akses dan nominal investasi yang ringan diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk mulai berinvestasi sejak dini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
