
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu (kiri). (Istimewa)
JawaPos.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memutuskan untuk melakukan penguatan modal dalam rangka mendukung ekspansi kredit. Langkah ini seiring dengan keputusan pemegang saham untuk mengalokasikan laba bersih BTN 2025 senilai Rp3,5 triliun sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi kredit ke depan.
“Untuk penggunaan laba, RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) memutuskan dividend payout ratio sebesar 0 persen, dengan pertimbangan untuk mendukung ekspansi kredit yang melebihi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), sehingga laba digunakan sebagai penguatan permodalan di tahun 2026,” ujar Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Keputusan dilatarbelakangi rencana pengambilalihan portofolio kredit yang telah diproses dalam jangka waktu cukup panjang. Portofolio tersebut mencakup kredit produktif maupun konsumtif dengan nilai transaksi yang melebihi 20 persen dari ekuitas perseroan, sehingga memerlukan penguatan permodalan.
Nixon menerangkan bahwa pihaknya telah mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan, termasuk penerbitan surat utang, tetapi dinilai kurang efisien.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa keputusan tak membagikan dividen diambil untuk menjaga efisiensi sekaligus memperkuat kapasitas ekspansi.
Sejalan dengan hal tersebut, BTN menargetkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan pada tahun 2026 dapat tumbuh di kisaran 8–10 persen, dengan tetap berfokus pada segmen perumahan subsidi maupun nonsubsidi, serta penguatan ekosistem pembiayaan perumahan.
Terkait ekspansi kredit, RUPST menyetujui pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan, dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku, untuk menyetujui rencana pengambilalihan portofolio kredit dari pihak ketiga.
Nixon menilai akuisisi portofolio kredit memiliki profil imbal hasil dan kualitas aset yang lebih baik dibandingkan portofolio eksisting perseroan, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan.
“Yield-nya lebih bagus daripada yield BTN hari ini, makanya kita beli. Kemudian NPL-nya (Non-Performing Loan) lebih kecil dari NPL BTN hari ini,” ungkap dia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
