
ILUSTRASI: IHSG ambruk. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com – Penyedia data dan indeks pasar saham global Morgan Stanley Capital international (MSCI) merilis pengumuman terkait kebijakan reformasi terhadap penentuan free float untuk saham-saham Indonesia.
Dalam pernyataannya, MSCI merespons soal langkah-langkah kebijakan yang baru saja diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen.
Lalu, klasifikasi investor yang lebih rinci dalam data kepemilikan, hingga pengenalan kerangka High Shareholding Concentration (HSC). Selain itu, regulator yang juga menyiapkan peta jalan untuk meningkatkan batas minimum free float menjadi 15 persen.
MSCI menyatakan saat ini masih melakukan evaluasi terhadap cakupan, konsistensi, serta efektivitas data baru tersebut. Dalam tinjauan indeks Mei 2026, MSCI akan menerapkan kebijakan sementara.
"Seiring dengan proses evaluasi tersebut, MSCI memastikan akan mempertahankan perlakuan sementara terhadap saham-saham Indonesia pada peninjauan indeks Mei 2026," tulis MSCI dalam pengumumannya, Selasa (21/4).
Adapun kebijakan sementara yang akan diterapkan MSCI, yakni dengan membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) tidak menambahkan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Index, serta tidak melakukan promosi saham ke segmen kapitalisasi yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, MSCI juga membuka kemungkinan penghapusan saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia serta memanfaatkan data keterbukaan pemegang saham 1 persen untuk penyesuaian estimasi free float.
Namun, data dari sumber baru tersebut MSCI belum akan sepenuhnya memasukkan dan mengintegrasikan data baru ke dalam metodologi penilaian dalam perhitungan indeks saat ini.
"Pendekatan ini bertujuan membatasi perputaran indeks dan risiko investability, sekaligus memberi waktu untuk mengevaluasi efektivitas reformasi yang baru diumumkan," tulis MSCI.
Ke depan, MSCI menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pelaku pasar dan otoritas terkait, serta akan menyampaikan perkembangan lanjutan dalam pembaruan akses pasar berikutnya. Adapun hasil evaluasi lanjutan dijadwalkan akan disampaikan dalam Market Accessibility Review pada Juni 2026.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
