
Bank Negara Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan bahwa dana seluruh nasabah tetap aman ditengah kasus dugaan penyelewengan dana jemaat geraja Paroki Aek Nabara, Sumatera Utara, senilai Rp 28 miliar oleh pegawainya.
"Kami dari pihak BNI juga ingin memastikan kembali bahwa seluruh dana nasabah pada produk resmi tetap aman dan tidak terdampak sama sekali oleh peristiwa ini," kata Direktur Network & Retail Funding BNI, Rian Eriana Kaslan dalam konferensi pers secara daring, Minggu (19/4).
Ia memastikan bahwa seluruh transaksi resmi di bank pelat merah ini hanya dilakukan melalui sistem yang terdokumentasi.
Baca Juga:3 Zodiak Alami Perubahan Positif pada 20–26 April 2026, Saat Energi Membawa Arah Lebih Baik
"Seluruh transaksi resmi BNI hanya dilakukan melalui sistem yang terdokumentasi dan termonitor, berikut sesuai dengan ketentuan yang berlaku," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Human Capital & Compliance BNI Munadi Herlambang juga menegaskan bahwa transkasi penyelewengan dana jemaat gereja itu tidak masuk dalam sistem perbankan BNI. Namun, pihaknya mendeteksi adanya fraud tersebut pada Februari 2026 lalu.
"Jadi transaksi ini tidak masuk sistem, sehingga BNI secara korporasi tidak mengetahui ada transaksi ini dari nasabah. Dan hasil audit internal yang mendeteksi bahwa terjadi fraud ketika ada temuan di Februari tahun 2026," ujar Munadi.
Munadi menjelaskan, BNI juga menjadi salah satu pihak yang dirugikan dalam kasus tersebut. Karena itu, pihaknya menyampaikan keprihatinan mendalam, khususnya kepada nasabah Paroki Aek Nabara yang terdampak.
Ia menegaskan, sebagai bank yang telah melayani masyarakat sejak 1946, BNI berkomitmen mematuhi seluruh regulasi yang berlaku serta bertanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
Munadi juga memastikan, hingga saat ini tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus yang dialami Paroki Aek Nabara. Pasalnya, penggelapan dana dilakukan secara pribadi oleh pegawainya dengan menerbitkan baylet palsu.
"Sampai dengan sekarang tidak ada yang diperiksa kecuali Andi Hakim karena memang ini tindakan pribadi dari Andi Hakim dengan baylet palsu yang ditandatangani oleh Andi Hakim sendiri," tuturnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
