
Ilustrasi bangun kepercayaan lewat data agar bisnis tumbuh stabil di tengah gempuran konten AI. (Miles IT)
JawaPos.com–Di era ekonomi digital yang super kompetitif, banyak pemimpin bisnis terjebak dalam perlombaan mencari perhatian (attention). Padahal, biaya akuisisi pelanggan terus melonjak tanpa jaminan loyalitas.
Alvin, konsultan branding dari Kernel Future sekaligus TEDx speaker, mengingatkan bahwa perhatian hanya pintu masuk. Kunci pertumbuhan bisnis yang sebenarnya terletak pada satu aset strategis yaitu kepercayaan (trust).
Menurut dia, strategi branding masa kini tidak lagi mengadu kreativitas siapa yang paling unik, melainkan siapa yang paling mampu membuktikan nilai brand secara empiris di hadapan audiens yang skeptis.
Populer di media sosial sering kali menjadi fatamorgana bagi pebisnis. Tanpa adanya kepercayaan, atensi yang tinggi justru bisa berbalik menjadi bumerang yang memicu keraguan konsumen.
”Brand kuat lahir dari data, bukan sekadar kreativitas. Perhatian hanyalah pintu masuk, sedangkan kepercayaan adalah alasan orang bertahan,” ujar Alvin.
Hal ini sejalan dengan laporan HubSpot State of Marketing (2026) yang menyebutkan bahwa meski 80 persen pemasar memakai AI, tantangan terberat adalah membangun sisi manusiawi untuk mendapatkan kepercayaan. Brand yang memiliki sudut pandang jelas kini menjadi mesin pertumbuhan baru di tengah banjir konten generatif.
Menariknya, tren pasar menunjukkan kejenuhan terhadap teknologi. Berdasar Gartner Marketing Survey (2026), sebanyak 50 persen konsumen di Amerika Serikat lebih memilih brand yang tidak menggunakan AI (GenAI) dalam konten mereka.
Keaslian atau autentisitas kini menjadi barang mewah. Alvin menjelaskan bahwa kepercayaan akan muncul saat pengalaman yang dirasakan konsumen terasa jujur, konsisten, dan dapat diprediksi.
”Brand yang kuat bukan hanya diingat, tetapi diyakini,” tambah Alvin.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
