
Ilustrasi rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat. (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan sore ini, Selasa (7/4). Mata uang Garuda ditutup melemah 70 poin ke level Rp 17.105 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp 17.035 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, pasar tengah mencermati tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump kepada Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, ancaman eskalasi konflik memicu kekhawatiran terganggunya jalur distribusi minyak dunia.
“Investor bersiap menghadapi potensi eskalasi di Timur Tengah menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz,” ujar Ibrahim dalam analisisnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, gangguan lalu lintas kapal tanker telah memperketat ekspektasi pasokan dan mendorong kenaikan premi risiko di pasar minyak global. Upaya diplomatik pun dinilai belum membuahkan hasil, setelah Iran menolak proposal gencatan senjata sementara yang didukung AS.
Sebaliknya, Iran menuntut penghentian konflik secara permanen, jaminan keamanan jangka panjang, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan.
Sementara itu, Trump menegaskan tenggat waktu tetap berlaku dan memperingatkan potensi serangan terhadap infrastruktur Iran jika tidak dipatuhi. Situasi tersebut mendorong lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
"Investor juga menunggu data inflasi AS penting yang akan dirilis pada hari Jumat, yang diharapkan memberikan petunjuk tentang lintasan suku bunga Fed," jelasnya.
Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut diperparah oleh faktor fundamental, khususnya terkait kebijakan subsidi energi. Ibrahin menilai skema subsidi berbasis komoditas masih belum tepat sasaran, sehingga membuka celah konsumsi oleh kelompok mampu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022