
Pekerja melayani pembeli di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah beroperasi di Gedawang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com – Kebijakan pemerintah menggunakan Dana Desa untuk membayar cicilan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih mulai berdampak langsung di lapangan. Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) mengakui, pembangunan infrastruktur desa kini ikut terhambat.
Ketua Umum DPP Apdesi, Junaedi Mulyono, menyebut pemotongan Dana Desa untuk program koperasi membuat ruang fiskal desa semakin terbatas.
“Ya otomatis (terganggu),” ujarnya pada JawaPos.com, Selasa (7/4).
Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2026, pemerintah menetapkan bahwa cicilan pembiayaan Koperasi Merah Putih dibayar melalui dana transfer negara, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Desa.
Artinya, sebagian Dana Desa kini digunakan untuk membayar angsuran proyek koperasi tersebut.
Junaedi mengungkapkan, porsi Dana Desa yang dialihkan untuk program ini mencapai sekitar 68 persen. Kondisi ini membuat perencanaan pembangunan desa yang sebelumnya disusun melalui Musyawarah Desa menjadi sulit direalisasikan.
“Kalau dulu kita mengadakan Musrenbangdes untuk menyusun perencanaan sesuai kebutuhan masyarakat, sekarang jadi berubah,” katanya.
Ia menilai, pola pembangunan yang sebelumnya berbasis usulan dari bawah (bottom-up) kini bergeser menjadi kebijakan dari pusat (top-down).
Apdesi sendiri mengaku telah berulang kali melakukan audiensi dengan Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, hingga Kementerian Keuangan sejak aturan sebelumnya, yakni PMK 81, diberlakukan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan perubahan kebijakan.
Meski demikian, Junaedi tidak sepenuhnya menolak program Koperasi Merah Putih. Ia berharap koperasi tersebut mampu memperbaiki rantai distribusi hasil pertanian di desa yang selama ini didominasi tengkulak.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
