
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan stok BBM dan LPG aman selama mudik Lebaran 2026. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com – Beredar sebuah Surat Keputusan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar. Kebijakan itu disebut-sebut mulai berlaku pada 1 April 2026.
Dalam dokumen tersebut, pemerintah disebut akan membatasi pembelian Pertalite untuk kendaraan roda empat atau lebih. Setiap kendaraan bermotor perseorangan, baik untuk angkutan orang maupun barang, maksimal hanya dapat membeli 50 liter Pertalite per hari.
Aturan itu tertuang dalam Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 30 Maret 2026, dan ditandatangani oleh Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas.
Namun, saat dikonfirmasi, Wahyudi tidak secara tegas membenarkan maupun membantah keaslian surat yang beredar tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan resmi terkait pembelian BBM merupakan kewenangan pemerintah.
"Pastinya kalau keluar dari pemerintah baru kita mengikuti. Enggak mungkin kita mengatur sebelum ada pemerintah mengeluarkan statement bagaimana mekanisme masyarakat untuk melakukan pembelian BBM. Intinya ke sana. Jadi dalam program ini otomatis callnya di pemerintah," kata Wahyudi Anas kepada awak media di Kantornya, Selasa (31/3).
Ia menambahkan, apabila kebijakan tersebut telah diumumkan secara resmi, maka pelaksanaan teknisnya akan menjadi tugas BPH Migas sesuai fungsi dan kewenangannya. Meski demikian, Wahyudi meminta semua pihak menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait kabar pembatasan tersebut.
"Sesuai dengan tusi, BPH Migas nanti ke depannya, tetapi semua tunggu komando dari pemerintah. Intinya ke sana ya. Kami tidak bisa menjawab, silakan saja teman teman yang bisa merumuskan ini," jelasnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan dokumen tersebut bocor sebelum diumumkan, Wahyudi enggan memberikan tanggapan. Ia kembali menegaskan bahwa BPH Migas hanya berperan membantu pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan.
"Posisi kami jangan dipaksa itu bocor atau tidak. Lebih bagus teman-teman yang sudah tahu, kami sampaikan statementnya bahwasannya semua call-nya menunggu pemerintah," tutur Wahyudi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
