
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Istimewa).
JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melontarkan peringatan keras kepada oknum yang mencoba menimbun bahan bakar minyak (BBM), di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran melawan Israel-Amerika Serikat (AS).
Dia meminta agar para oknum untuk tidak melakukan penimbunan yang berpotensi merugikan masyarakat Indonesia.
“Saya mohon kepada saudara-saudara saya yang oknum-oknum melakukan penimbunan, mohon lihatlah Ibu Pertiwi sekarang lagi membutuhkan anak-anak Ibu Pertiwi yang bijak. Kalau kita cinta negara kita, kalau kita cinta rakyat kita, janganlah kita melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya untuk dilakukan. Cara-cara itu saya mohon udahlah kita jangan kita lanjutkan,” kata Bahlil di Jawa Tengah, Kamis (26/3).
Dia menegaskan, untuk mengatasi krisis energi pemerintah tak bisa bekerja sendiri, melainkan perlu kerjasama antara semua stakeholder terkait.
Baca Juga:Imbas Krisis Minyak Dunia, Ekonom Nilai Wajar Jika Harga BBM Naik, Pertalite Bisa Tembus Rp 12 Ribu
Dia pun meminta semua pihak untuk sama-sama mengawal ketersediaan energi di tanah air.
“Kami bisa mendatangkan minyak seperti apa yang telah kami lakukan dalam waktu beberapa bulan terakhir dalam kondisi krisis. Tetapi kalau rakyat tidak bisa memakai ini dengan bijak, ya berarti kan tidak saling mendukung. Itu kira-kira ya. Jadi kami harus saling mendukung dengan rakyat,” jelasnya.
Sementara itu, Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah akan mencari sumber minyak dari sejumlah negara agar pasokan energi dalam negeri tetap stabil. Langkah ini sendiri merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim, untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita, dari hampir semua negara," ucap Bahlil.
Di sisi lain, Bahlil menegaskan bahwa pasokan energi nasional di dalam negeri hingga kini masih aman, entah itu bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar, ataupun LPG.
Kondisi ini didapat setelah mengoptimalkan produksi dalam negeri, seperti solar yang tak lagi diimpor. Meski begitu, bensin saat ini 50 persen masih dalam kondisi impor, LPG sendiri masih impor 70 persen.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
