
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menyiagakan 1.473 SPBU untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat selama libur Nataru 2025/2026. (Humas Pertamina Patra Niaga)
JawaPos.com – PT Pertamina Patra Niaga (PPN), menyampaikan bahwa proses pembelian minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri berpotensi akan terpengaruh oleh eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Terlebih, Iran secara resmi telah mengumumkan sudah menutup Selat Hormuz usai negaranya diserang oleh Israel dan Amerika Serikat (AS).
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun menyebut, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi berdampak terhadap rantai pasok dan harga energi dunia. Bahkan, situasi tersebut memang telah menjadi perhatian global.
“Secara geopolitik memang terdapat potensi berpengaruh atau terdampak (dari sisi rantai pasok dan harga energi dunia) secara global dan menjadi perhatian dunia saat ini,” kata Roberth kepada JawaPos.com, Minggu (1/3).
Meski begitu, Roberth memastikan dari sisi domestik, khususnya pendistribusian nasional, kondisi masih terkendali. Pertamina Patra Niaga telah melakukan langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan stok energi.
Dalam hal ini, pihaknya sudah melakukan build up stok atau penambahan stok BBM di setiap SPBU agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
“Dari sisi domestik atau pendistribusian nasional, PPN sudah melakukan built up stock dan juga saat ini terus memonitor kondisi global dan geopolitik yang terjadi,” jelasnya.
Menurut Roberth, pihaknya juga terus memperkuat koordinasi dengan para mitra dan supplier guna memastikan kesiapan rencana cadangan apabila terjadi dampak lanjutan dari dinamika global tersebut.
“Kami juga intens berkoordinasi dengan mitra dan supplier untuk dapat memastikan plan dan kontigensi apabila terdapat dampaknya,” tambahnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini ketersediaan stok energi nasional berada dalam kondisi aman. Terkait dengan dampaknya secara langsung terhadap proses distribusi, Pertamina Patra Niaga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi global
“Sampai saat ini kondisi ketersediaan dalam kondisi yang cukup aman. Pergerakan dan perkembangan terus kami lakukan dan monitor,” tukasnya.
