
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. (istimewa)
JawaPos.com – Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa secara makroekonomi Indonesia sebenarnya berada dalam kondisi yang solid. Namun, tantangan utama saat ini bukan lagi pada fundamental, melainkan pada cara berkomunikasi dan keberanian pasar modal Indonesia untuk bersaing secara global.
“Indonesia macro wise is in a good shape. Tapi ini soal komunikasi even dalam pasar modal” ujar Pandu dalam Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, dikutip Jumat (30/1).
Pandu mencontohkan, aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia sejatinya sudah cukup sehat dengan nilai transaksi harian yang konsisten di kisaran USD 1 miliar per hari. Namun, angka tersebut dinilainya masih jauh dari ideal jika Indonesia ingin naik kelas ke kelas dunia.
“Kita ini oke, trading kita sudah satu miliar dolar per hari. Tapi yang kita butuhkan itu delapan sampai sepuluh miliar dolar per hari,” tegasnya.
Menurut Pandu, Indonesia tidak bisa terus membandingkan diri dengan negara-negara tetangga. Target benchmark harus dinaikkan jauh lebih tinggi, seperti berkompetisi dengan India hingga Hong Kong.
“Kompetisi kita itu bukan negara tetangga. Forget it. Kompetisi kita harus India, harus Hong Kong. Itu North Star kita. Lihat mereka, tiru mereka. Jangan ke pasar yang lebih kecil,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang dinilai sudah berada di jalur yang tepat untuk mendorong daya saing pasar keuangan nasional. “Undang-undang P2SK ini sudah sesuatu yang sangat bagus. Tapi kita harus complete secara global,” tutur Pandu.
Lebih jauh, Pandu mengkritik budaya zona nyaman yang masih mengakar, termasuk di tubuh perbankan dan pasar modal Indonesia. Ia mengaku banyak menemukan institusi yang masih gemar membandingkan diri dengan sesama pemain domestik.
“Kenapa sih kamu compare ke sesama? Compare dong ke DBS, ke JP Morgan, ke HSBC. Sama juga dengan pasar modal kita. You have to compete globally, Dan ini penting,” ujarnya.
Menurutnya, rasa nyaman inilah yang justru menghambat akselerasi. Pandu bahkan menegaskan bahwa untuk mencapai standar kelas dunia, diperlukan perubahan pola pikir yang lebih agresif.
“Karena if you're in a comfort zone, ini yang terjadi. This is a comfort zone issue. Kalau terlalu nyaman, ya ini yang terjadi. Kita harus bergerak,” kata Pandu.
"Ini bahasa saya, you need to have work-work balance, kalau mau kerja. Forget this work-life balance thing. Karena you have to move forward, you have to be more aggressive, you have to be world class in what you're doing,” tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
