
Presiden Joko Widodo
JawaPos.com – Pemerintah membagikan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) serta buku daftar transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) 2021 Rabu (25/11). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pemerintah daerah (pemda) supaya anggaran-anggaran yang ada segera dicairkan awal tahun. Itu dilakukan supaya perekonomian bisa cepat pulih.
Selain perwakilan kementerian, para kepala daerah menghadiri penyerahan DIPA di Istana Negara tersebut secara virtual. Kemarin, Jokowi menjelaskan bahwa alokasi belanja 2021 mencapai Rp 2.750 triliun. Sebanyak Rp 795,5 triliun di antaranya berupa dana desa dan transfer daerah. Sedangkan sekitar Rp 1.032 triliun dialokasikan untuk belanja kementerian/lembaga (K/L).
Anggaran terbesar masih tetap pada sektor pendidikan. Yakni, sebesar Rp 550 triliun. Disusul dengan infrastruktur (Rp 417,4 triliun), perlindungan sosial (Rp 408,8 triliun), dan kesehatan (Rp 169,7 triliun). Empat sektor itu menjadi prioritas APBN 2021.
Terkait anggaran kesehatan, penanganan Covid-19 akan lebih berfokus pada vaksinasi. Namun, ada juga alokasi dana untuk penguatan sarana prasrana kesehatan, laboratorium, penelitian, dan pengembangan.
Perlindungan sosial bagi kelompok kurang mampu dan rentan menjadi prioritas pemerintah. Selain itu, program pemulihan ekonomi menjadi perhatian. Terutama, dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan dunia usaha.
Jokowi berpesan kepada seluruh jajaran kementerian maupun kepala daerah untuk lebih cepat membelanjakan anggaran. Mengingat, belanja pemerintah masih menjadi penggerak utama perekonomian pada masa pandemi.
"Lakukan lelang sedini mungkin pada Desember ini agar bisa menggerakkan ekonomi pada kuartal I 2021," tegas presiden 59 tahun tersebut. Dia berharap Januari mendatang sudah ada eksekusi anggaran.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa DIPA dan daftar TKDD APBN 2021 diserahkan lebih awal. "Hal itu diharapkan dapat mendukung penanganan Covid-19, PEN, dan berbagai prioritas pembangunan strategis," ujarnya.
Dia berharap seluruh menteri, kepala lembaga, dan pimpinan daerah untuk merealisasikan belanjanya di awal 2021. Itu penting untuk menopang perputaran ekonomi masyarakat.
FOKUS APBN 2021
Total Belanja: Rp 2.750 triliun
Pagu Belanja K/L: Rp 1.032 triliun
Arah Kebijakan:
Pemulihan sosial ekonomi
Reformasi kesehatan
Reformasi pendidikan
Reformasi perlindungan sosial
TKDD: Rp 795,5 triliun
Arah Kebijakan:
Peningkatan quality control anggaran
Mendorong pemda dalam pemulihan ekonomi
Peningkatan kualitas pendidikan
Peningkatan kualitas kesehatan
Sumber: Kemenkeu
https://www.youtube.com/watch?v=5gC0x7SpujM

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
