
Ilustrasi tenaga kerja
JawaPos.com - Hasil survei yang dilakukan JobStreet.com dan jobsDB mengungkapkan adanya perubahan prioritas karier. lajang dan yang sudah berkeluarga memiliki prioritas yang berbeda.
Survei ini berdasarkan laporan perusahaan teratas tahunan periode 2017. Bersumber dari responden 11.624 karyawan di 7 negara besar di Asia. Survei ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan karier.
Hasilnya, menunjukkan bahwa responden yang sudah menikah lebih mementingkan keamanan kerja dan keuntungan perusahaan yang dermawan. Sedangkan responden belum menikah memprioritaskan pelatihan, peluang pengembangan pekerjaan dan peningkatan karier.
Mari kita lihat lebih dekat profil dua kategori ini.
Responden Belum Menikah
Responden lajang terutama yang belum memiliki anak, umumnya ingin maju berkarier. Selain itu, mereka lebih menekankan pertumbuhan karier. Hal ini dibuktikan dengan perusahaan yang memberikan 'peluang pelatihan dan pengembangan pekerjaan' sebagai atribut yang paling mereka sukai. Mayoritas responden adalah karyawan muda dan lebih menginginkan pelatihan dan pengalaman kerja yang relevan untuk meningkatkan pengembangan profesi mereka.
Atribut berikutnya yang paling dihargai oleh responden belum menikah adalah kesempatan memanfaatkan keterampilan untuk 'kemajuan karier'. Mereka memiliki keinginan menemukan makna dan arah untuk pekerjaan sehari-hari. Umumnya memiliki komitmen keuangan rendah, sebab belum memiliki anak. Kategori responden ini mobilitas tinggi dibandingkan dengan pasangan suami istri, bebas mengeksplorasi jaringan yang diberikan dan tidak akan ragu untuk pergi ketika tidak ada lagi kesempatan dalam kemajuan karier saat ini.
Atribut ketiga yang paling disukai adalah organisasi yang dapat menawarkan 'keamanan kerja'. Hal ini berbeda dengan responden yang sudah menikah, yang menilai 'keamanan kerja' sebagai atribut terpenting mereka. Responden yang belum menikah didorong oleh kebutuhan mempertajam keterampilan kerja dan menjadi bagian dari ‘perlombaan tikus’, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk menaiki tangga perusahaan, bahkan jika itu berarti menemukan lowongan kerja di perusahaan lain, maka hal itu tidak begitu penting bagi mereka jika organisasi yang mereka tawarkan menawarkan keamanan kerja atau tidak.
Responden yang sudah menikah
Komitmen keluarga, membuat responden yang sudah menikah memilih pekerjaan jangka panjang yang aman. ‘Keamanan kerja' sebagai atribut paling mereka sukai. Prioritas ini terutama didorong oleh meningkatnya tanggung jawab dan biaya untuk menopang keluarga, terutama anak-anak. Pekerjaan yang stabil memastikan aliran pendapatan tetap menjadi berkelanjutan.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa atribut yang paling disukai responden adalah jika perusahaan yang memberikan 'tunjangan banyak'. Misalnyai waktu luang yang dibayar dan jumlah cuti tahunan berbayar. Selain itu, dengan biaya perawatan kesehatan, responden yang sudah menikah akan memprioritaskan perusahaan yang dapat menawarkan cakupan medis yang komprehensif, memastikan kesehatan terjaga secara baik.
Dibandingkan dengan responden yang sendiri, responden sudah menikah memberi peringkat 'kesempatan pelatihan dan pengembangan pekerjaan' sebagai atribut ke-3 yang paling disukai. Ini bisa jadi karena fakta bahwa kebanyakan responden yang sudah menikah berasal dari generasi yang lebih tua dan dan diumur mereka saat itu sudah mencapai jumlah pelatihan yang cukup dalam pengembangan profesional mereka.
Kesimpulannya, survei tersebut mengungkapkan bahwa responden single pada umumnya menargetkan pertumbuhan dan pengembangan karier, sedangkan responden yang sudah menikah biasanya lebih memilih stabilitas pekerjaan, terutama karena komitmen keluarga dan keuangan yang mereka miliki terhadap orang yang mereka cintai.
Namun, menarik juga untuk dicatat bahwa walaupun ada sedikit perbedaan atribut dan nilai perusahaan yang dapat mempengaruhi keputusan karier dari dua kategori ini, pada akhirnya kedua kategori tersebut menghargai 'keamanan kerja' dan 'pelatihan dan pengembangan' dalam pilihan karier mereka ke tingkat tertentu. Untuk mendapatkan yang terbaik dari kedua dunia, para pemimpin HR harus mulai memperhatikan temuan ini dan menerapkan kebijakan kerja yang paling sesuai untuk kedua kategori ini untuk kepentingan semua orang.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
