Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 September 2018 | 23.43 WIB

Survei: Ini Beda Prioritas Karyawan Lajang Dan Karyawan Menikah

Ilustrasi tenaga kerja - Image

Ilustrasi tenaga kerja

JawaPos.com - Hasil survei yang dilakukan JobStreet.com dan jobsDB mengungkapkan adanya perubahan prioritas karier.  lajang dan yang sudah berkeluarga memiliki prioritas yang berbeda.


Survei ini berdasarkan laporan perusahaan teratas tahunan periode 2017. Bersumber dari responden 11.624 karyawan di 7 negara besar di Asia. Survei ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan karier.


Hasilnya, menunjukkan bahwa responden yang sudah menikah lebih mementingkan keamanan kerja dan keuntungan perusahaan yang dermawan. Sedangkan  responden belum menikah memprioritaskan pelatihan, peluang pengembangan pekerjaan dan peningkatan karier.


Mari kita lihat lebih dekat profil dua kategori ini.


Responden Belum Menikah


Responden lajang  terutama yang belum memiliki anak, umumnya ingin maju berkarier.  Selain itu, mereka lebih menekankan pertumbuhan karier. Hal ini dibuktikan dengan perusahaan yang memberikan 'peluang pelatihan dan pengembangan pekerjaan' sebagai atribut yang paling mereka sukai. Mayoritas responden adalah karyawan muda dan lebih menginginkan pelatihan dan pengalaman kerja yang relevan untuk meningkatkan pengembangan profesi mereka.


Atribut berikutnya yang paling dihargai oleh responden belum menikah adalah kesempatan memanfaatkan keterampilan untuk 'kemajuan karier'. Mereka memiliki keinginan menemukan makna dan arah untuk pekerjaan sehari-hari.  Umumnya memiliki komitmen keuangan rendah, sebab belum memiliki  anak. Kategori responden ini mobilitas tinggi dibandingkan dengan pasangan suami istri, bebas mengeksplorasi jaringan yang diberikan dan tidak akan ragu untuk pergi ketika tidak ada lagi kesempatan dalam kemajuan karier saat ini.


Atribut ketiga yang paling disukai adalah organisasi yang dapat menawarkan 'keamanan kerja'. Hal ini berbeda dengan responden yang sudah menikah, yang menilai 'keamanan kerja' sebagai atribut terpenting mereka. Responden yang belum menikah didorong oleh kebutuhan mempertajam keterampilan kerja dan menjadi bagian dari ‘perlombaan tikus’, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk menaiki tangga perusahaan, bahkan jika itu berarti menemukan lowongan kerja di perusahaan lain, maka hal itu tidak begitu penting bagi mereka jika organisasi yang mereka tawarkan menawarkan keamanan kerja atau tidak.


Responden yang sudah menikah


Komitmen keluarga, membuat responden yang sudah menikah memilih pekerjaan jangka panjang yang aman. ‘Keamanan kerja' sebagai atribut paling mereka sukai. Prioritas ini terutama didorong oleh meningkatnya tanggung jawab dan biaya untuk menopang keluarga, terutama anak-anak. Pekerjaan yang stabil memastikan aliran pendapatan tetap menjadi berkelanjutan.


Survei tersebut juga menunjukkan bahwa atribut yang paling disukai responden adalah jika perusahaan yang memberikan 'tunjangan banyak'. Misalnyai waktu luang yang dibayar dan jumlah cuti tahunan berbayar. Selain itu, dengan biaya perawatan kesehatan, responden yang sudah menikah akan memprioritaskan perusahaan yang dapat menawarkan cakupan medis yang komprehensif, memastikan kesehatan terjaga secara baik.


Dibandingkan dengan responden yang sendiri, responden sudah menikah memberi peringkat 'kesempatan pelatihan dan pengembangan pekerjaan' sebagai atribut ke-3 yang paling disukai. Ini bisa jadi karena fakta bahwa kebanyakan responden yang sudah menikah berasal dari generasi yang lebih tua dan dan diumur mereka saat itu sudah mencapai jumlah pelatihan yang cukup dalam pengembangan profesional mereka.


Kesimpulannya, survei tersebut mengungkapkan bahwa responden single pada umumnya menargetkan pertumbuhan dan pengembangan karier, sedangkan responden yang sudah menikah biasanya lebih memilih stabilitas pekerjaan, terutama karena komitmen keluarga dan keuangan yang mereka miliki terhadap orang yang mereka cintai.


Namun, menarik juga untuk dicatat bahwa walaupun ada sedikit perbedaan atribut dan nilai perusahaan yang dapat mempengaruhi keputusan karier dari dua kategori ini, pada akhirnya kedua kategori tersebut menghargai 'keamanan kerja' dan 'pelatihan dan pengembangan' dalam pilihan karier mereka ke tingkat tertentu. Untuk mendapatkan yang terbaik dari kedua dunia, para pemimpin HR harus mulai memperhatikan temuan ini dan menerapkan kebijakan kerja yang paling sesuai untuk kedua kategori ini untuk kepentingan semua orang.


Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore