
Generasi milenial sudah harus serius memikirkan dana pensiun (Marta Branco/Pexels)
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan industri dana pensiun nasional tetap berada di jalur pertumbuhan positif meski menghadapi tantangan penurunan suku bunga dan dinamika pasar keuangan. OJK memproyeksikan pertumbuhan industri dana pensiun, baik program wajib maupun sukarela, masih akan berada di level dua digit (double digit) pada 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan, berdasarkan data per Oktober 2025, penempatan dana pensiun pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tercatat sebesar Rp 4,09 triliun atau sekitar 1,06 persen dari total investasi. Angka ini menurun dibandingkan akhir 2024 seiring berkurangnya penerbitan SRBI sepanjang 2025.
Kendati demikian, SRBI masih dinilai menarik sebagai instrumen jangka pendek dengan risiko rendah dan imbal hasil yang kompetitif. "Tetapi, alokasi investasi dana pensiun tetap perlu disesuaikan dengan profil liabilitas atau liability driven investment," kata Ogi, kemarin.
OJK memproyeksikan pertumbuhan industri dana pensiun baik dari program pensiun wajib dan sukarela akan double digit. Dana pensiun masih akan menghadapi tantangan pada tahun 2026 di dalam pengelolaan portofolio investasi.
Namun, Ogi mengingatkan, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) berpotensi menekan imbal hasil investasi dana pensiun. Sejak September 2024, BI-Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi 4,75 persen hingga November 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022.
"Penurunan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) akan berdampak pada potensi penurunan tingkat imbal hasil investasi yang akan diperoleh dana pensiun," ujarnya.
Tak hanya itu, strategi alokasi aset yang optimal juga menjadi tantangan bagi dana pensiun di tengah pergerakan pasar keuangan yang sangat dinamis. Pertumbuhan jumlah peserta juga akan menjadi tantangan tersendiri bagi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang harus melahirkan inovasi produk sehingga adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan pengembangan digitalisasi dalam rangka efektivitas pengelolaan dana pensiun.
Dari sisi instrumen berisiko, investasi dana pensiun di saham per Oktober 2025 mencapai Rp 24,66 triliun atau 6,37 persen dari total investasi. Sementara itu, penempatan pada instrumen asuransi tercatat sebesar Rp 134,42 triliun atau sekitar 18 persen dari total investasi.
Ogi menilai, membaiknya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mendorong kepercayaan investor, termasuk asuransi dan dana pensiun, untuk meningkatkan eksposur di pasar saham. Meski begitu, prinsip kehati-hatian dan kesesuaian dengan profil risiko serta liabilitas tetap harus menjadi rujukan utama.
Kinerja investasi dana pensiun juga menunjukkan perbaikan. Tren return on investment (ROI) tahunan per Oktober 2025 tercatat sebesar 7,03 persen atau naik 1,45 persen secara tahunan (YoY). OJK pun mendorong pengelola dana pensiun mengoptimalkan strategi alokasi aset, serta mengajak DPLK meningkatkan edukasi peserta agar pemilihan instrumen investasi selaras dengan profil risiko dan liabilitas, sehingga kinerja investasi dapat lebih optimal dan berkelanjutan.
OJK mendorong perluasan kepesertaan dan dana pensiun, khususnya dari kalangan pekerja informal. Ogi menegaskan, upaya ini tidak hanya dilakukan melalui pengembangan produk, tetapi juga lewat penguatan regulasi, digitalisasi layanan, dan kolaborasi lintas sektor.
"Kami mendorong DPLK untuk memperkuat digitalisasi layanan, agar produk dana pensiun semakin mudah diakses oleh peserta dan calon peserta, termasuk melalui aplikasi digital. OJK juga mendorong kolaborasi dengan sektor jasa keuangan lain, seperti perbankan, pasar modal, dan fintech, agar produk dana pensiun dapat terintegrasi dengan ekosistem layanan keuangan yang telah ada," tambahnya.
OJK juga mendorong industri untuk menjangkau komunitas dan ekosistem pekerja informal, serta memperkuat kegiatan literasi dan edukasi keuangan. Salah satu langkahnya adalah peluncuran inisiatif Bulan Pensiun Nasional yang akan dimulai pada 2026 untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap program dana pensiun.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
