
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pasa acara peresmian Alat Pemindai Peti Kemas dan Peluncuran Aplikasi Kepabeanan Berbasis AI di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya perlambatan kredit sepanjang Oktober-November 2025.
Menurut dia, hal itu dipicu oleh menurunnya jumlah uang yang beredar alias uang primer adjusted (M0) di sepanjang Oktober-November 2025.
"Yang saya lihat adalah uang (beredar) agak berkurang di sistem selama Oktober-November," kata Purbaya di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, dikutip Minggu (14/12).
Akibat kondisi ini, Purbaya menyebut bahwa Bank Indonesia akan segera menambah suntikan likuiditas ke perbankan untuk meningkatkan kembali jumlah uang beredar di masyarakat.
Jika hal itu dilakukan, kata Bendahara Negara, pada akhirnya realisasi pertumbuhan kredit bisa ikut menanjak kembali.
“Bank Sentral akan menambah juga uang ke sistem sehingga kreditnya akan bertambah,” tukasnya.
Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), jumlah uang beredar pada November 2025 mencapai Rp 2.136,2 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Meski demikian, laju pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 14,4 persen yoy, dengan nilai Rp 2.117,6 triliun.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Oktober 2025 melambat.
Tercatat, penyaluran pinjaman kepada sektor UMKM justru mengalami kontraksi di tengah meningkatnya kinerja intermediasi perbankan.
“Kinerja intermediasi perbankan meningkat dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas di level yang memadai. Pada Oktober 2025, kredit tumbuh 7,36 persen yoy (Sep-25: 7,70 persen) menjadi sebesar Rp8.220,21 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Dian Ediana Rae, Kamis (11/12).
Dia membeberkan bahwa dari sisi penggunaan, kredit investasi tercatat tumbuh paling tinggi, yakni 15,72 persen.
Disusul Kredit Konsumsi 7,03 persen. Sementara Kredit Modal Kerja hanya mampu tumbuh 2,39 persen yoy.
Dari kategori debitur, pertumbuhan kredit korporasi tercatat 11,02 persen. Namun kredit UMKM justru terkontraksi 0,11 persen yoy.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022