
Ilustrasi rekening bank. Otoritas Jasa Keuangan meminta perbankan menutup akses rekening yang terkait dengan judi online. (Istimewa)
JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank untuk melakukan pemblokiran terhadap kurang lebih 30.392 rekening terkait judi online alias Judol per November 2025. Angka tersebut tercatat meningkat dibandingkan sebelumnya pada Oktober 2025 sebanyak 27.395 rekening.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan langkah itu merupakan bagian dari perlindungan konsumen dan penegakan ketentuan perbankan. Serta dilakukan sebagai upaya pemberantasan aktivitas ilegal yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan.
"OJK telah meminta bank untuk melakukan pemblokiran terhadap kurang lebih 30.392 rekening, yang sebelumnya adalah sebesar 29.906 rekening,” ungkap Dian Ediana Rae dalam konferensi pers secara daring, Jumat (11/12).
Lebih lanjut, dia memastikan bahwa permintaan pemblokiran ini dilakukan sejalan dengan data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Kemudian, juga diminta usai OJK melakukan pengembangan dengan mencocokan dengan nomor identitas kependudukan para pemilik akun. Itu sebabnya, ia pun meminta agar perbankan terus melakukan proses uji tuntas yang jauh lebih mendalam berkaitan dengan aktivitas ilegal tersebut.
"Atas laporan tersebut meminta perbankan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan nomor identitas kependudukan serta melakukan enhanced due diligence atau EDD," tukasnya.
Di sisi lain, berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), hingga Kuartal III-2025, nilai transaksi judol tercatat mencapai Rp 155 triliun. Angka itu diklaim menurun 57 persen dibandingkan total transaksi sepanjang 2024 yang mencapai Rp 359 triliun.
Penurunan juga disebutkannya terjadi pada jumlah dana deposit pemain judi online. Tahun lalu, nilai deposit masyarakat mencapai Rp 51 triliun, sedangkan hingga kuartal III tahun ini menyentuh angka Rp 24,9 triliun atau turun lebih dari 45 persen.
Selain itu, jumlah pemain dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan, yang menjadi kelompok paling rentan, juga menurun tajam. Dibandingkan tahun 2024, jumlah pemain dengan kategori penghasilan rendah sudah berkurang 67,92 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022