Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Desember 2025 | 01.12 WIB

Penjualan Eceran Diprediksi Melesat Jelang Nataru

Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (BI). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (BI). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kinerja penjualan eceran pada November 2025 diperkirakan terus membaik. Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) pada November 2025 diproyeksikan tumbuh 5,9 persen (YoY). Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 4,3 persen (YoY). 

Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan pada mayoritas kelompok barang. Kelompok barang yang mengalami peningkatan signifikan antara lain perlengkapan rumah tangga lainnya, barang budaya dan rekreasi, suku cadang dan aksesori, serta makanan, minuman, dan tembakau.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, secara bulanan, penjualan eceran November 2025 diprediksi naik 1,1 persen (month to month/mtm).

"Kenaikan ini didorong oleh kinerja penjualan mayoritas kelompok seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat menjelang persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru," kata Denny di Jakarta, Rabu (10/12).

Pada Oktober 2025, IPR tumbuh 4,3 persen (YoY). Angka ini lebih tinggi dibandingkan September yang tumbuh 3,7 persen (YoY).

Pendorong pertumbuhan berasal dari penjualan kelompok barang budaya dan rekreasi serta makanan, minuman, dan tembakau. Secara bulanan, penjualan Oktober naik 0,6 persen (mtm) seiring meningkatnya permintaan menuju persiapan HBKN Natal. Hal ini juga didukung distribusi barang yang lebih lancar.

"Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 bulan yang akan datang, yaitu Januari 2026, diprakirakan meningkat. Sementara pada 6 bulan yang akan datang, yaitu April 2026, diprakirakan menurun," tutur Denny.

Hal itu tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Januari 2026 yang tercatat sebesar 163,2. Angka ini naik dari 157,2 pada periode sebelumnya.

Kenaikan ekspektasi harga dipicu oleh dorongan biaya bahan baku, upah, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta peningkatan permintaan menjelang Ramadan 1447 H.

"Sementara itu, IEH April 2026 tercatat sebesar 161,7. Angka ini lebih rendah dari periode sebelumnya yang sebesar 172,5 seiring dengan normalisasi permintaan pasca HBKN Idulfitri," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore