Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (20/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan menyampaikan proses perjuangannya untuk menyelesaikan S3 Ekonomi di Universitas Purdue, Amerika Serikat. Bermula dari syarat menikah hingga berujung ancaman cerai dari istrinya, Ida Yulidina.
Menkeu Purbaya menyebutkan setelah dirinya resign jadi karyawan di perusahaan Schlumberger, yang merupakan incaran para lulusan terbaik Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelum mengajak nikah kekasihnya, justru ia mendapat tantangan agar melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
"Gue udah keluar nih (dari Schlumberger), ayo kita kawin. Oh entar dulu. Kira-kira begini, kamu udah kerja oke, udah bisa nemenin saya. Tapi saya minta kamu sekolah lagi. Syaratnya itu. Sekolahnya apa? S3. Bukan S2? Enggak, S3," kata Purbaya seperti dikutip dari tayangan Youtube Gita Wirjawan, dikutip Minggu (7/12).
Lebih lanjut, Purbaya memikirkan jurusan apa yang hendak diambilnya. Sebagai lulusan Teknik ITB, ia berpikir bahwa jurusan Ekonomi menjadi yang paling gampang untuk dijalani.
"Wah, gue pikir-pikir, apa yang paling gampang? Saya kan orang ITB, sombong. Kita pikir yang paling gampang kan ekonomi. Wah, gue ambil ekonomi deh," ujar Purbaya.
"Karena kita enggak tahu. Kita kan tahunya, ekonomi kan apalan. Enggak orang yang ngerti ekonomi ya? Ya udah, saya pikir ya udah, daftarlah," tambahnya.
Setelah menemukan jurusan kuliah yang hendak dituju, Purbaya mengaku telah mendaftar kebanyak kampus. Mulai dari Universitas Purdue hingga Stanford University. Kemudian, ia mengaku justru diterima di kampus yang dulunya menjadi tempat belajar salah satu rektor ITB. Setelah menikah, akhirnya Purbaya memboyong Ida Yulidina ke AS untuk menemaninya menyelesaikan S3.
"Saya lamar banyak ya, yang diterima itu (Universitas Purdue), banyak yang terima, tapi yang paling masuk akal itu. Ya udah, saya langsung bilang, ya udah kita kawin. Setelah itu, berangkatlah ke Amerika. Ambil ekonomi," beber Purbaya.
Lantaran dikira gampang, rupanya jurusan Ekonomi yang dipilihnya justru lebih susah dibanding dengan pendidikan yang sempat dijalani di ITB. Pasalnya ia menyebut, saat di ITB dirinya masih sering nakal lebih banyak mainnya daripada belajar.
Sedangkan di Purdue, kata dia, meski sudah belajar mati-matian, tetap saja tidak mampu. Bahkan, ia mengaku ingin menyerah walau baru dua bulan menjadi mahasiswa.
"Saya pikir kan gampang. Mampuslah ternyata. Ternyata itu susah banget ya. Saya pikir susah-susah sekali tuh. Di ITB aja nggak sesusah ini, saya pikir. Di ITB tuh saya agak badung jalan main-main terus. Di sini udah belajar matian, nggak ngerti juga saya udah mati-matian," ungkap Purbaya.
Namun apa yang terjadi, di tengah masa sulitnya itu, Purbaya yang curhat ke istri untuk menyampaikan niat menyerah dan pulang saja ke Indonesia. Justru memperoleh jawaban yang menohok.
Sang istri justru membalas ketidakmampuannya dengan mengancam untuk bercerai saat tiba di Indonesia. Akibat ancaman itu, Purbaya dengan gentle memilih untuk melanjutkan pendidikan.
"Jadi, sebulan pertama itu, sebulan dua bulan lah, saya menghadap istri saya. Wah, ini kayaknya pelajarannya susah. Saya nggak ngerti, udah belajar mati-matian nggak ngerti. Juni kita pulang aja ke Indonesia ya," ujar Purbaya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
