Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam bersama Presiden Prabowo Subianto dan Mentan Andi Amran Sulaiman. (Istimewa).
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia menarget 3 juta hektare cetak sawah untuk membuka dan menyiapkan lahan baru dan mengoptimalkan lahan tidak produktif. Program tersebut dilaksanakan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Kabinet Merah Putih. Hasilnya, pelan-pelan program tersebut mulai tampak.
Riset NEXT Indonesia Center menyebut program itu digulirkan dengan masa pengerjaan sampai 2029 mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk memastikan program itu berjalan mencapai Rp 10,9 triliun tahun ini. Itu termasuk untuk intensifikasi lahan. Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai motor program tersebut menarget 225 ribu hektare sawah baru hadir tahun ini.
Wanam yang berada di wilayah Merauke menjadi salah satu lokasi yang dikembangkan sebagai lahan pertanian baru. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sangat optimistis dengan pengembangan lahan tersebut. Apalagi Presiden Prabowo Subianto dan seluruh jajaran kementerian dan lembaga lain ikut mendukung.
”Sudah ada lahan opla (di Merauke) yang bisa panen 2 kali setahun. Selanjutnya cetak sawah kita kejar. Ini pertanda baik, kita akan percepat agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan,” terang Amran.
Kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyukseskan program cetak sawah dan intensifikasi lahan tidak hanya melibatkan institusi pelat merah, pihak swasta juga dilibatkan oleh pemerintah. Salah seorang pengusaha lokal yang terlibat secara langsung di Wanam adalah Andy Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal dengan Haji Isam.
Pergerakan cepat pemerintah bersama pihak swasta di Wanam sukses menghadirkan panen padi perdana di wilayah Papua Selatan tersebut. Pada 16 Mei 2025 lalu, lahan di Wanam sukses panen padi dengan hasil mencapai 2,5 - 2,8 ton per hektare. Banyak pihak terkejut lantaran pertanian padi di sana menggunakan metode sederhana.
Pengamat ekonomi dan kebijakan publik dari UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) Freesca Syafitri menyampaikan bahwa program cetak 1 juta hektare sawah di wilayah Papua Selatan sebagai yang menjadi bagian dari proyek nasional cetak 3 juta hektare sawah telah membuka lembaran baru. Kebijakan itu menegaskan bahwa program ketahanan pangan nasional dijalankan.
”Tidak hanya dalam ketahanan pangan nasional, tetapi juga dalam politik pembangunan nasional yang lebih adil secara spasial dan sosial,” terang Freesca.
Dalam keterangannya, Kepala Kampung Wanam Petrus Kahol mengaku karena lahan di Wanam sudah bisa panen perdana. Sebagai salah satu proyek nasional yang mendapat atensi langsung dari Pemerintah Pusat, Wanam diproyeksi menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa lahan pertanian di Papua bisa sangat produktif.
”Panen perdana lumbung pangan Wanam seperti peribahasa habis gelap terbitlah terang. Kita buktikan bahwa Wanam sangat cocok untuk pertanian, terutama padi,” imbuhnya.
Baru-baru ini, Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa stok beras nasional Indonesia tahun ini sudah mencapai 4 juta ton. Angka itu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Tidak hanya itu, stok beras tersebut menandai berakhirnya impor beras medium yang selama ini terus membebani negara dari masa ke masa.
”Kalau dibandingkan tahun lalu, kita masih impor. Sekarang tidak lagi. Ini hasil dari gagasan besar Bapak Presiden RI, mulai dari regulasi, kolaborasi, sampai eksekusi,” ujar Amran dikutip dari laman resmi Kementan pada Senin (20/10).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022