
Ilustrasi industri tekstil. (Istimewa)
JawaPos.com–Kalangan pertekstilan nasional menyambut positif pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemberantasan penyelundupan dan impor ilegal. Dukungan itu datang langsung dari Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawata.
Redma menegaskan, agenda pemberantasan impor ilegal telah menjadi usul seluruh pelaku industri tekstil nasional selama tiga tahun terakhir.
“Kalangan produsen tekstil nasional sudah muak dengan praktik importasi ilegal dan hampir putus asa karena usulannya selalu kandas, terutama karena dugaan keterlibatan oknum pejabat ASN, aparat, hingga politiku,” ungkap Redma dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com, Minggu (21/9).
Menurut dia, pernyataan Menkeu membawa harapan baru bagi industri TPT (tekstil dan produk tekstil). Pasalnya, pemerintah secara bertahap mulai melakukan perbaikan, khususnya dalam agenda birokrasi bersih. Terlebih sebelumnya Presiden telah mengangkat Dirjen Bea Cukai dari kalangan militer.
Redma memaparkan, data tradmap.org menunjukkan setiap tahun sekitar USD 1,5–2 miliar impor TPT dari Tiongkok tidak tercatat di Bea Cukai. Nilai tersebut setara dengan 28 ribu kontainer barang impor ilegal.
“Dengan pernyataan Menkeu kemarin, setidaknya satu masalah ada titik cerah untuk diatasi. Tinggal kami menyelesaikan permasalahan lain yaitu tingginya kuota impor,” jelas Redma Gita Wirawata.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan komitmen untuk memberantas impor ilegal. Dia menilai hal itu menjadi akar masalah industri di dalam negeri khususnya terkait dengan persaingan usaha.
"Kita akan beresin yang penyelundupan-penyelundupan, yang palsu-palsu, yang impor nggak jelas, yang ilegal, kita akan beresin itu," kata Purbaya dalam media briefing di Kantornya, dikutip Minggu (21/9).
Lebih lanjut, dia membeberkan bahwa dari laporan Bea Cukai penyelundupan terjadi karena telah masuk lewat pelabuhan-pelabuhan kecil. Namun dia memastikan, pemerintah bisa membereskan hal itu karena memiliki sejumlah orang di banyak tempat.
"Kalau saya tanya Bea Cukai gimana, ada yang masuk lewat pelabuhan kecil, tapi saya pikir itu bisa dideteksi kan. Kita punya orang di banyak tempat, harusnya sih bisa, cuman belum diberesin aja," beber Menkeu Purbaya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
