Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 22.27 WIB

Upaya Penguatan Kerja Sama dengan Cile, Wamendag Dorong Potensi Otomotif hingga Alas Kaki

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri. (istimewa) - Image

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri. (istimewa)

JawaPos.com -  Indonesia dan Cile memiliki hubungan baik dan konstruktif yang telah berlangsung lama. Hubungan tersebut melingkupi berbagai sektor dan saling memberi manfaat bagi banyak pihak di kedua negara.

"Indonesia dan Cile telah lama menikmati hubungan hangat dan konstruktif yang dibangun di atas nilai-nilai bersama berupa keterbukaan, kerja sama, dan saling menguntungkan. Selama bertahun-tahun, kedua negara terus memperkuat hubungan, khususnya di bidang perdagangan dan investasi. Saat ini merupakan momentum untuk mendorong hubungan tersebut agar lebih erat di tahun-tahun mendatang," ujar Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, dalam kegiatan Seminar 'Chile-Indonesia Trade Engagement: Unlocking Opportunities & Building Synergies' di Jakarta, Senin (8/9).

Wamendag menerangkan, Cile merupakan negara Amerika Latin pertama yang menjalin kemitraan ekonomi komprehensif dengan Indonesia. Penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Cile (IC-CEPA) pada 2017, yang kemudian mulai berlaku pada 2019, menjadi tonggak bersejarah dalam hubungan bilateral kedua negara.

Perjanjian itu telah memperluas akses pasar, menurunkan hambatan perdagangan, dan menciptakan banyak peluang baru untuk kolaborasi di berbagai sektor. Menurut Roro, implementasi IC-CEPA membawa manfaat nyata yang tecermin dari pertumbuhan rata-rata perdagangan bilateral tahunan dari sekitar USD 304 juta menjadi USD 446 juta pada periode pasca-implementasi.

Pemanfaatan perjanjian ini oleh pengekspor asal Indonesia menunjukkan kemajuan positif, ditunjukkan dengan peningkatan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) sebesar 48 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan produk otomotif, alas kaki, kertas, minyak nabati, dan permesinan sebagai kontributor utama pertumbuhan ini.

Awal tahun ini, Indonesia juga meratifikasi Protokol Perdagangan Jasa dalam IC-CEPA. Hal ini menandai babak baru dalam kemitraan kedua negara, karena memperluas kerja sama di luar barang dan menempatkan jasa sebagai pilar penting kerja sama ekonomi.

Protokol ini membuka peluang yang lebih luas di berbagai sektor, seperti arsitektur, teknik, konstruksi, telekomunikasi, distribusi, pariwisata, dan rekreasi yang merupakan area krusial bagi inovasi, konektivitas, dan pertumbuhan berkelanjutan. 

"Menindaklanjuti kemajuan penting tersebut, tugas kedua negara berikutnya yaitu memperkuat dan memperluas kemitraan yang telah terjalin melalui IC-CEPA. Kita harus terus memperluas kerja sama, tidak hanya dalam perdagangan barang dan jasa, tetapi juga di bidang-bidang seperti investasi dan pembangunan berkelanjutan," urai Roro.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore