
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri. (istimewa)
JawaPos.com - Indonesia dan Cile memiliki hubungan baik dan konstruktif yang telah berlangsung lama. Hubungan tersebut melingkupi berbagai sektor dan saling memberi manfaat bagi banyak pihak di kedua negara.
"Indonesia dan Cile telah lama menikmati hubungan hangat dan konstruktif yang dibangun di atas nilai-nilai bersama berupa keterbukaan, kerja sama, dan saling menguntungkan. Selama bertahun-tahun, kedua negara terus memperkuat hubungan, khususnya di bidang perdagangan dan investasi. Saat ini merupakan momentum untuk mendorong hubungan tersebut agar lebih erat di tahun-tahun mendatang," ujar Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, dalam kegiatan Seminar 'Chile-Indonesia Trade Engagement: Unlocking Opportunities & Building Synergies' di Jakarta, Senin (8/9).
Wamendag menerangkan, Cile merupakan negara Amerika Latin pertama yang menjalin kemitraan ekonomi komprehensif dengan Indonesia. Penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Cile (IC-CEPA) pada 2017, yang kemudian mulai berlaku pada 2019, menjadi tonggak bersejarah dalam hubungan bilateral kedua negara.
Perjanjian itu telah memperluas akses pasar, menurunkan hambatan perdagangan, dan menciptakan banyak peluang baru untuk kolaborasi di berbagai sektor. Menurut Roro, implementasi IC-CEPA membawa manfaat nyata yang tecermin dari pertumbuhan rata-rata perdagangan bilateral tahunan dari sekitar USD 304 juta menjadi USD 446 juta pada periode pasca-implementasi.
Pemanfaatan perjanjian ini oleh pengekspor asal Indonesia menunjukkan kemajuan positif, ditunjukkan dengan peningkatan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) sebesar 48 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan produk otomotif, alas kaki, kertas, minyak nabati, dan permesinan sebagai kontributor utama pertumbuhan ini.
Awal tahun ini, Indonesia juga meratifikasi Protokol Perdagangan Jasa dalam IC-CEPA. Hal ini menandai babak baru dalam kemitraan kedua negara, karena memperluas kerja sama di luar barang dan menempatkan jasa sebagai pilar penting kerja sama ekonomi.
Protokol ini membuka peluang yang lebih luas di berbagai sektor, seperti arsitektur, teknik, konstruksi, telekomunikasi, distribusi, pariwisata, dan rekreasi yang merupakan area krusial bagi inovasi, konektivitas, dan pertumbuhan berkelanjutan.
"Menindaklanjuti kemajuan penting tersebut, tugas kedua negara berikutnya yaitu memperkuat dan memperluas kemitraan yang telah terjalin melalui IC-CEPA. Kita harus terus memperluas kerja sama, tidak hanya dalam perdagangan barang dan jasa, tetapi juga di bidang-bidang seperti investasi dan pembangunan berkelanjutan," urai Roro.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
