Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 05.38 WIB

Harga Beras Premium Masih Tinggi, Badan Pangan Nasional Klaim Stok Aman Hingga Akhir Tahun

Beras premium di Super Indo Paradise Walk Serpong, Jalan Raya Puspitek, Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. (Ilham Safutra/JawaPos.com) - Image

Beras premium di Super Indo Paradise Walk Serpong, Jalan Raya Puspitek, Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. (Ilham Safutra/JawaPos.com)

JawaPos.com – Harga beras premium di pasaran masih terpantau tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Namun, Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) memastikan ketersediaan beras nasional diproyeksikan aman dan mencukupi kebutuhan hingga akhir 2025. 

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menjelaskan, berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2025, produksi beras sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai 31,37 juta ton. Sementara konsumsi masyarakat hanya 30,97 juta ton. 

Dengan tambahan stok awal tahun sebesar 8,4 juta ton dan impor khusus 532 ribu ton, total ketersediaan beras mencapai 40,31 juta ton. “Dari angka tersebut, neraca beras akhir tahun 2025 diproyeksikan masih surplus sebesar 9,33 juta ton,” kata Arief dalam keterangannya, Minggu (24/8). 

Meski surplus, Arief mengingatkan bahwa angka ini masih berupa proyeksi yang sangat bergantung pada capaian produksi hingga Desember mendatang. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah disebut terus bekerja keras meningkatkan produktivitas melalui perbaikan saluran irigasi dan infrastruktur pertanian. 

“Kalau kita menanam 1 juta hektare setiap bulan, produksi bisa 2,5 sampai 2,6 juta ton per bulan. Itu target yang sedang kita kejar bersama,” jelasnya. 

Selain proyeksi neraca pangan, NFA juga menyusun estimasi produksi beras Januari-Desember 2025 sebesar 33,52 juta ton. Angka ini dihitung dari produksi Januari-September menurut Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 28,22 juta ton, ditambah rata-rata produksi Oktober-Desember dalam tiga tahun terakhir yang mencapai 5,3 juta ton. 

“Kalau proyeksi 33,52 juta ton tercapai, itu hampir mendekati rekor tertinggi dalam delapan tahun terakhir, yakni 33,94 juta ton pada 2018,” ungkap Arief. 

Di sisi lain, stok beras Bulog yang bersumber dari impor tahun 2024 masih tersisa sekitar 1 juta ton. NFA memastikan kegiatan impor beras sudah selesai tahun lalu sehingga pada 2025 tidak ada impor tambahan. 

Adapun sisanya sekarang sekitar 1 juta ton. Kualitasnya terus kita cek saat proses pengemasan untuk bantuan pangan. Dengan proyeksi surplus stok yang cukup besar, pemerintah optimistis kebutuhan beras nasional tetap aman hingga akhir tahun. 

Namun, NFA menyadari stabilisasi harga beras premium di pasaran tetap harus diupayakan melalui operasi pasar, bantuan pangan, dan distribusi yang merata agar masyarakat tidak terbebani. Untuk diketahui, harga beras premium di pasaran masih meroket tembus Rp 140.790 per lima kilogram. 

Berdasarkan pantauan JawaPos.com, harga beras dengan merek Topi Koki di salah satu swalayan Superindo mencapai Rp 140.790 per 5 kilogram. Sementara untuk produk Cantik Manis mencapai Rp 112.990 per 5 kg. 

Sedangkan untuk beras 5 kilogram dengan merek Sumo dibanderol Rp 99.990 dan beras merek Anak Raja dibanderol Rp 112.990 per 5 kg.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore