
Karyawan berada di dekat layar pegerrakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/6/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas pada pekan depan. Sentimen global maupun domestik mendukung pergerakan positif pasar. Meski, tetap diwarnai dinamika geopolitik dan ketidakpastian eksternal.
Analis pasar modal Hans Kwee mengatakan, bursa Wall Street menguat setelah Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memberikan sinyal dovish dalam pidatonya di Simposium Jackson Hole akhir pekan lalu. "Probabilitas pemotongan suku bunga di September 2025 naik dari 75 persen menjadi 90 persen," kata Hans kepada Jawa Pos, Minggu (24/8).
Gubernur The Fed Jerome Powell, membuka pidatonya dengan memberikan sinyal bersiap untuk menyesuaikan arah kebijakan jika diperlukan. "Keseimbangan risiko tampaknya mulai bergeser," ujarnya. Sebuah pernyataan yang kemungkinan besar akan dibaca pasar sebagai isyarat menuju potensi pemangkasan suku bunga.
Powell mencatat, meskipun pasar tenaga kerja masih berada dalam kondisi seimbang, kondisi tersebut adalah jenis keseimbangan yang aneh. Karena disebabkan oleh melambatnya pasokan dan permintaan tenaga kerja secara signifikan. "Situasi yang tidak biasa ini mengindikasikan bahwa risiko penurunan di sektor ketenagakerjaan semakin meningkat," tambahnya.
Dan jika risiko-risiko itu benar-benar terjadi, dampaknya bisa muncul dengan cepat. Salah satunya dalam bentuk lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sehingga menyebabkan meningkatnya angka pengangguran.
Menurut dia, intervensi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap independensi The Fed ikut menjadi sorotan pasar. Sehingga memicu pelemahan indeks dolar AS (USD). Pelaku pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed hingga akhir tahun ini.
Di sisi lain, konflik geopolitik masih menjadi perhatian. Terutama eskalasi antara Rusia dan Ukraina. Tuntutan Rusia nampaknya ditolak oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Yang berujung pada aksi saling serang kedua negara.
"Hal ini memberikan tekanan pada bursa Eropa, tapi mendorong naiknya harga minyak dunia," jelas dosen magister Fakultas Ekonomi Bisnis Unika Atma Jaya itu.
Dari dalam negeri, keputusam Bank Indonesia (BI) yang mengejutkan pasar dengan memotong suku bunga acuan (BI rate). "Ke depan, BI masih berpotensi kembali memangkas suku bunga jika kondisi tetap kondusif. Ini membuka ruang bagi pasar modal Indonesia untuk menguat," ujarnya.
Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data produk domestik bruto (PDB) AS pekan ini yang diperkirakan tetap. Serta data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi yang diprediksi meningkat. Kedua data ini akan menjadi pertimbangan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter.
"IHSG akan bergerak dalam tren menguat dengan level support di kisaran 7.646 hingga 7.800 dan resistance di rentang 7.952 sampai 8.017," jelasnya.
Chief Econonist Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan, penutupan pasar pada Jumat (22/8) menunjukkan indeks saham Asia ditutup menguat. Dengan indeks Shanghai naik 1,4 persen ke level 3.826. Lalu, Hang Seng naik 0,9 persen ke 25.339.
Rilisi inflasi tahunan Jepang pada Juli 2025 melambat. Menjadi 3,1 persen dari sebelumnya 3,3 persen di Juni 2025. Namun tetap jauh di atas target bank sentral.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
