
Ilustrasi lambang Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengimbau agar bank dapat secara bertahap menyesuaikan tingkat suku bunga kreditnya. Agar tetap sejalan dengan kondisi pasar, rasio keuangan yang terjaga, dan menciptakan persaingan bunga yang sehat.
"Hasil revisi rencana bisnis bank umum (RBB) pada paruh pertama 2025 menunjukkan adanya penyesuaian target menjadi lebih konservatif akibat perubahan kondisi makroekonomi dan dinamika global," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Minggu (24/8).
Meski demikian, kinerja perbankan 2025 masih stabil. Dengan pertumbuhan kredit yang sedikit termoderasi dari target. Sejalan dengan langkah bank untuk tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit.
Pertumbuhan kredit masih dibarengi dengan pertumbuhan kredit investasi. Yang tercatat naik 12,42 persen secara tahunan. Didorong oleh sektor berbasis ekspor pertambangan dan perkebunan, serta transportasi, industri, dan jasa sosial.
Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7 persen YoY. Sehingga turut menjadi salah satu faktor pendorong penguatan likuiditas perbankan. "DPK diperkirakan tumbuh didorong oleh peningkatan dana dari nasabah korporasi, strategi peningkatan dana murah, serta masuknya dana pemerintah pusat ke bank daerah pada triwulan III 2025," jelas Dian.
Ekspektasi kinerja perbankan pada triwulan III 2025 tetap optimistis. Ditopang oleh proyeksi pertumbuhan DPM dan penyaluran kredit yang mendorong peningkatan laba maupun permodalan bank. Keyakinan tersebut juga sejalan dengan membaiknya kondisi makroekonomi domestik dan langkah bank dalam memperluas ekspansi kredit sesuai target RBB.
Selain itu, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) pada Agustus 2025 menjadi 5 persen turut menurunkan biaya kredit. Sehingga berpotensi meningkatkan permintaan debitur. Umumnya, penurunan BI rate akan diikuti penurunan bunga kredit dengan jeda waktu tertentu.
"Penurunan suku bunga bergantung pada struktur biaya dana (cost of fund) tiap bank. Karena sebagian masih mengandalkan dana mahal (time deposit) dalam komposisi DPK. Oleh karena itu, bank perlu mengelola strategi pendanaan, khususnya dengan meningkatkan porsi dana murah, untuk menciptakan ruang penurunan bunga kredit yang lebih signifikan," terang Dian.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
