Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Agustus 2025 | 20.06 WIB

Tantangan UMKM di Era Digital: Masih Banyak yang Belum Tersentuh Layanan Perbankan

Ilustrasi pembinaan UMKM di daerah. (Istimewa) - Image

Ilustrasi pembinaan UMKM di daerah. (Istimewa)

JawaPos.com-Memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan, Indonesia mencatat kemajuan pesat di sektor finansial seiring dengan derasnya arus digitalisasi.

Inovasi teknologi finansial (fintech) dan perbankan digital kian berkembang, ikut mendorong inklusi keuangan serta pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Namun, di balik geliat pertumbuhan tersebut, tantangan besar masih membayangi. Berdasar data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dari sekitar 64 juta UMKM di Indonesia, baru 26 persen yang memanfaatkan platform digital. Sementara lebih dari 30 juta pelaku usaha kecil belum memiliki akses perbankan.

Potret ini terlihat dalam pengalaman Efa, seorang pelaku usaha rumahan Mie Aceh di Jakarta. Meski usahanya semakin dikenal dan permintaan meningkat, dia tetap kesulitan mengakses modal usaha dari bank karena terkendala jaminan dan riwayat kredit. 

Kondisi seperti ini menggambarkan realitas jutaan UMKM lain di Indonesia yang masih terpinggirkan dari sistem keuangan formal.

“UMKM seperti Bu Efa adalah potensi besar yang selama ini terlewatkan. Mereka bekerja keras setiap hari, tetapi tidak bisa berkembang karena terbatas akses ke pembiayaan,” ujar Melisa Hendrawati, Chief Financial Officer Superbank, dalam AWS Summit Jakarta belum lama ini.

Kehadiran bank berbasis digital dinilai dapat menjadi solusi untuk memperluas inklusi keuangan. Dengan memanfaatkan platform yang akrab digunakan sehari-hari, pelaku UMKM kini bisa membuka rekening, mengelola arus kas, hingga mengakses pinjaman lebih fleksibel tanpa harus melalui prosedur rumit.

Selain itu, meski teknologi membuka jalan, tantangan lain yang perlu diatasi adalah literasi keuangan. Banyak pelaku UMKM yang belum terbiasa memisahkan keuangan usaha dan pribadi, atau belum memahami pentingnya riwayat kredit untuk mengakses modal produktif. 

Edukasi finansial menjadi faktor penting agar UMKM tidak hanya mengadopsi layanan digital, tetapi juga mampu mengelolanya secara bijak.

Kenapa penting, sebab UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, tanpa akses ke sistem keuangan formal, mereka akan kesulitan naik kelas dan menghadapi persaingan global.

Mendorong akses keuangan yang lebih inklusif dan merata menjadi langkah strategis agar potensi UMKM tidak terhambat. Dengan kombinasi inovasi teknologi, kolaborasi sektor keuangan, dan peningkatan literasi, Indonesia berpeluang besar memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore