Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono di acara Blue Ocean Strategy Fellowship, Jakarta, Jumat (8/8). (Foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan kawasan konservasi laut di Indonesia bisa diperluas mencapai 97,5 juta hektare pada tahun 2045. Hal ini guna mewujudkan program berbasis blue economy atau Ekonomi Biru.
"Ini plotting ruang konservasi, yang kita harapkan di tahun 2045 harus bisa mencapai 30 persen luas wilayah Indonesia yang artinya sama dengan 97,5 juta hektare," kata Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono di acara Blue Ocean Strategy Fellowship, Jakarta, Jumat (8/8).
Dia membeberkan, dengan perluasan wilayah konservasi laut nantinya kawasan tersebut l tidak boleh dilalui oleh kapal, tidak boleh diambil ikannya. Bahkan, harus dijaga dan tidak boleh diganggu oleh kegiatan apapun.
Trenggono juga memberi contoh bagaimana asal muasal Teluk Cendrawasih di Papua dijadikan sebagai kawasan konservasi. Hal ini berkaitan dengan penyu yang makin langka karena hijrah ke wilayah California.
"Kenapa teluk cenderawasih dijadikan kawasan konservasi? karena di California penyunya makin hilang tinggal sedikit. Ilmuwan-ilmuwan di sana mencari penyu ini dari mana asalnya, itu dari Teluk Cendrawasih," beber Trenggono.
Padahal, secara alamiah, penyu sebelum masuk ke laut, kata Trenggono, akan berbalik badan dulu dan motret wilayah itu. Kemudian, penyu akan merekam ke dalam memori kawasan tersebut sebelum masuk ke laut sampai besar.
Selanjutnya, lanjut Trenggono, saat penyu harus memijah, dia akan kembali lagi ke tempat itu. Namun sayang, oleh masyarakat di Teluk Cendrawasih telurnya diambil, dikonsumsi hingga berdampak pada kepunahan.
"Itulah kenapa di Teluk Cendrawasih ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Jadi ruang konservasi juga tidak sembarangan kita bikin, tidak mudah. Itulah yang harus kita jaga, kita harus bisa mencapai 97,5 juta hektare," ungkapnya.
Dia juga menyampaikan tiga hal penting dari kegiatan konservasi yang masuk dalam salah satu pilar Blue Economy. Pertama, sebagai tempat pemijahan biota lautan, terlebih laut adalah ekosistem yang saling terikat. Mulai dari biota kecil hibgga alga.
"Lalu yang kedua, sebagai serapan CO2 carbon emisi. Yang ketiga adalah produksi karbon. Jadi tiga hal penting untuk kehidupan umat manusia," pungkasnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
